Gadis tunanetra yang berasal dari Hong Kong ini telah membuat guru-gurunya terkejut. Sebab, ia berhasil belajar membaca Braille dengan bibirnya, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (18/7/2013).
Meskipun ia tak bisa melihat dan terkadang mengalami gangguan pendengaran, nilai Tsang dapat dikatakan sangat baik hampir di semua mata pelajaran dalam ujian masuk perguruan tinggi di kotanya. Meskipun ia memiliki kekurangan, Tsang sangat sukses dalam pelajaran sekolahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tsang mengakui bahwa dia tidak begitu ingat kapan ia mulai menggunakan bibir. Ia bahkan juga tidak memahami mengapa saat itu ia terpikir untuk mencoba hal tersebut. Faktanya bagian kulit bibir, lidah, dan ujung jari memang sangat terampil untuk penginderaan. Sebab kulit di daerah tersebut dapat melihat dua titik yang terpisah 1-2 mm, sementara kaki atau punggung tangan hanya dapat mendeteksi dua titik yang terpisah lebih dari 50-100 mm.
Diane Wormsely, seorang profesor di North Carolina Central University yang mengkhususkan diri dalam pendidikan untuk tunanetra, mengatakan bahwa ini kali pertama ia mendengar informasi bahwa seseorang berhasil menggunakan bibir untuk membaca Braille.
Meskipun unik, tak semua orang bisa menerimanya sebagai sesuatu yang positif. Tsang menceritakan bahwa ia sering mendapat tatapan yang aneh setiap kali ia mencoba untuk 'membaca' di depan umum. Bahkan hingga saat ini, masih banyak orang yang menganggapnya aneh. Ini membuatnya malu untuk membaca di depan orang yang tak ia kenal.
Masalah lain yang juga seringkali mengganggunya adalah umumnya buku-buku dengan huruf Braille berukuran besar dan berat. Namun Tsang bersyukur masih memiliki cara untuk belajar tentang dunia melalui tulisan.
"Membaca adalah salah satu kegiatan favorit saya. Bahkan membaca telah membantu saya mengatasi kekurangan yang saya miliki melalui kerja keras, tekad, dan kemauan. Sehingga saya terdorong untuk keluar dari zona nyaman saya," papar Tsang.
Kasus unik Tsang memang bukan yang kali pertama, namun hal ini sangat jarang terjadi. Tsang saat ini berharap bisa mempelajari penerjemahan di tingkat universitas yang akan dimulai pada mulai musim gugur ini.
(vit/vit)










































