Itulah yang dialami oleh seorang aktris Singapura. Bulu matanya berjatuhan karena menggunakan minyak murahan. Adalah Jacelyn Tay, seorang aktris paruh-waktu asal Singapura dan pemilik bisnis pusat kesehatan bernama Body Inc, yang mencurahkan rasa frustasinya ke dalam akun Facebooknya pada Jumat lalu.
Di laman Facebooknya, Jacelyn mengeluh sebotol minyak jojoba yang dibeli oleh suaminya telah membuat bulu matanya rontok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Asiaone, Jumat (19/7/2013), Jacelyn menambahkan, "Saya sudah
menolaknya karena sangat murah jadi pasti tidak bagus. Tapi dia bilang jika saya tidak mencobanya bagaimana saya bisa tahu."
Jacelyn akhirnya mencoba mengoleskan minyak itu ke matanya. Namun yang terjadi sungguh mengejutkan. Jacelyn menemukan beberapa helai bulu matanya langsung rontok ketika mengusapnya dengan tisu.
"Ada lapisan minyak tertinggal di mata saya, seperti minyak-minyak murahan yang biasa digunakan untuk memijat," ujar Jacelyn.
Jacelyn menambahkan butuh waktu berminggu-minggu agar bulu matanya tumbuh
kembali.
Beberapa hari sebelum menggunakan minyak itu, Jacelyn baru saja memasang foto yang memperlihatkan bulu matanya yang panjang di Facebook. Dia menyebut make-up artis-nya bahkan memuji bulu matanya yang panjang.
Menurut Jacelyn, bulu matanya itu tumbuh alami dengan bantuan minyak jojoba. Saat dihubungi Shin Min Daily News, Jacelyn mengatakan ia menggunakan minyak jojoba sebagai pembersih make-up. Kemudian dia menemukan ternyata minyak jojoba juga membantu memperkuat bulu mata.
Dia mengatakan minyak jojoba biasanya digunakan sebagai 'minyak dasar' untuk menutrisi rambut. Tak hanya itu, jojoba juga bagus untuk kulit karena sifat-sifatnya paling dekat dengan minyak alami kulit atau sebum.
Jacelyn adalah orang yang percaya pada sifat penyembuhan dari minyak dasar, serta minyak esensial. Bahkan ia menggunakan minyak dasar di pusat kesehatan yang dimilikinya. Terapi minyak esensial pun ditawarkannya di pusat kesehatan miliknya.
Terkait insiden minyak murahan berkualitas rendah yang merontokkan bulu matanya, Jacelyn mengaku telah menarik pelajaran berharga. Dikatakannya, kualitas lebih penting daripada harga untuk produk-produk seperti itu.
"Harga tentulah faktor yang menentukan kualitas produk. Di antara minyak esensial, minyak jojoba adalah salah satu yang paling mahal. Di mana harga satu botolnya yang berisi 30 ml bisa mencapai biaya antara 10 sampai 20 dolar," ujarnya pada Shin Min Daily News yang diansir Asiaone.
Minyak lain yang juga bermanfaat adalah minyak alpukat, di mana efektif untuk perawatan eczema.
"Jika produknya tidak murni, pada akhirnya kalian akan menggunakannya berlebih dan
menghabiskannya lebih cepat. Tapi jika kualitasnya bagus, kalian hanya perlu sedikit saja untuk memberikan hasil yang efektif. Dan itu sebenarnya lebih ekonomis," tutup Jacelyn.
(vit/vit)










































