Usai Pasang Pita Lambung, Wanita Ini Kehilangan Rasa Lapar

Usai Pasang Pita Lambung, Wanita Ini Kehilangan Rasa Lapar

- detikHealth
Kamis, 25 Jul 2013 11:53 WIB
Usai Pasang Pita Lambung, Wanita Ini Kehilangan Rasa Lapar
Jo Rust ( Foto : SWNS.com)
Norfolk, Inggris - Setelah bertahun-tahun gagal melakukan diet dan bobotnya tetap bertahan di angka 126 kg, wanita ini memutuskan untuk memasang pita lambung. Tapi siapa sangka, akibat pemasangan pita lambung itu, kini ia justru kehilangan rasa laparnya.

Jo Rust (47) merasa gembira pasca pemasangan pita di lambungnya, ukuran bajunya turun drastis dari yang semula 24 menjadi 12. Tapi lama kelamaan, berat badannya terus berkurang hingga suatu hari di kantornya ia pun jatuh pingsan.

Setiba di rumah sakit, dokter mengatakan bahwa pita lambung yang dipasang terlalu ketat dan dokter memutuskan untuk mengangkat pita lambung tersebut. Akibat pemasangan yang terlalu ketat, perut Jo terlilit dalam pita lambung dan itu membuat perutnya tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, ahli bedah harus mengangkat 90 persen bagian dari perutnya. Saat ini, berat badan Jo 63 kg dan ia merasa sehat. Namun, efek samping dari pengangkatan sebagian perutnya mengakibatkan ia tidak memiliki rasa lapar dan Jo pun harus memasang alarm untuk mengingatkan dia makan enam kali sehari.

Operasi yang ia jalani membuatnya hampir tidak memiliki lapisan perut sehingga tidak bisa dihasilkan hormon yang mendorong rasa lapar. Karena perut yang tersisa hanya sebagian kecil, ibu dua anak ini hanya mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan menggunakan mangkuk bayi.

"Aku tidak merasa lapar selama berbulan-bulan dan jika tidak memasang alarm aku tidak ingat makan. Ketika di rumah lebih mudah bagiku untuk mengingat waktu makan, tapi saat di kantor terkadang aku lupa kapan waktunya makan," kata Jo seperti dilansir Daily Mail, Kamis (25/7/2013). Ia menambahkan, alarm yang dipasang saat ia di kantor sangat penting karena itu akan membuat rekan-rekan Jo ikut mengingatkan kapan waktunya dia makan.

"Ketika memiliki pita lambung, aku masih merasakan lapar tapi sekarang aku harus memaksakan diri untuk makan ketika tidak benar-benar merasa lapar. Ini benar-benar berbeda secara psikologis," tutur wanita yang tinggal di King's Lynn, Norfolk, Inggris ini.

Jo memasang pita lambung tahun 2007 dan berat badannya bisa turun menjadi 70 kg dengan makan tiga porsi kecil nasi sehari ditambah dengan rutin olahraga. Namun, makin hari berat badannya makin berkurang hingga pada akhir Januari ia pingsan dan sebagian perutnya diangkat. Meski kini keadaannya seperti itu, ia tidak menyesal dan malah menyarankan orang lain mempertimbangkan untuk melakukan pemasangan pita lambung.

"Pita lambung ini adalah hal terbaik yang pernah kulakukan dan aku tidak ingin orang lain menunda pemasangan pita lambung itu karena apa yang terjadi padaku," tegas Jo.

Menurut studi di Florida State University, orang-orang yang diejek karena kelebihan berat badan lebih mungkin menjadi gemuk. Penyebabnya, karena takut akan ejekan itu mereka justru menghindari olahraga dan cenderung makan lebih banyak. Sementara itu,para ilmuwan di Jepang telah mengembangkan sebuah sensor napas yang secara akurat bisa mengukur berkurangnya lemak dalam tubuh setelah berolahraga. Peneliti Satoshi Hiyama mengatakan alat ini bisa berperan penting dalam memerangi obesitas.



(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads