Kelainan Paru, Bayi 5 Bulan Ini Bisa Bertahan Hidup Berkat Viagra

Kelainan Paru, Bayi 5 Bulan Ini Bisa Bertahan Hidup Berkat Viagra

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 07 Agu 2013 08:11 WIB
Kelainan Paru, Bayi 5 Bulan Ini Bisa Bertahan Hidup Berkat Viagra
Reuben dan Keluarganya (Foto: Daily Mail)
Roxburghshire, Inggris - Saat lahir, bayi laki-laki ini hanya memiliki harapan hidup 50 persen. Tapi siapa sangka hingga saat ini ia masih bisa bertahan hidup karnea diberi sildenafil atau yang biasa dikenal dengan viagra.

Bayi berusia lima bulan bernama Reuben Paxton ini memiliki kondisi di mana perut, usus, dan sebagian organ hatinya berada di dalam dada sehingga hanya tersisa seperempat ruangan untuk paru-parunya berkembang. Hati Reuben, yang memiliki lubang di dalamnya, juga terdorong ke sisi yang salah sehingga ia memiliki masalah aliran darah ke paru-parunya. Saat berusia empat hari, Reuben sudah menjalani operasi selama tujuh jam untuk memperbaiki posisi organ-organ dalam tubuhnya.

Kemudian, ia dirawat di rumah sakit selama tiga bulan untuk pemulihan. Sekarang, Reuben sudah bisa kembali ke rumah bersama keluarganya dan berhasil memenangkan 'pertempuran' karena sildenafil atau obat impotensi, viagra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reuben memiliki hipertensi pulmonal dan obat itu membantu memperluas pembuluh darah yang masuk ke paru-paru sehingga darah bisa mengalir dengan lebih baik," kata ibu Reuben, Dawn Paxton (33) seperti ditulis Daily Mail, Rabu (7/8/2013).

Reuben mengkonsumsi viagra empat kali sehari. Jika tidak, maka paru-parunya akan terganggu dan tidak bisa berfungsi dengan baik dan seluruh tubuhnya tidak akan mendapat cukup oksigen. Dawn pertama kali mendengar kabar buruk tentang kondisi Reuben saat ia hamil 20 minggu.

Saat itu dokter mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya memiliki congenital diaphragmatic hernia yaitu adanya sebuah lubang di dinding perut. Sejak itu, Dawn dan usaminya Darren (34) berkunjung ke setiap rumah sakit di Glasgow setiap empat minggu untuk mencari data tentang bayi yang menderita kondisi tersebut. Mereka menemukan bahwa setengah dari bayi yang mengalami kelainan seperti itu meninggal sebelum dilahirkan. Jika si bayi selamat ketika dilahirkan, ada risiko ia mungkin hidup tidak lebih dari beberapa jam saja.

"Kami diberi tahu bahwa ia selamat dalam 24 jam pertama dan itu hasil yang sangat baik. Tapi dokter mengatakan bahwa itu merupakan dua jam pertama yang kritis bagi Reuben," kata Dawn. Tak hanya itu saja, saat lahir Reuben juga mengalami komplikasi akibat tali pusat yang melilit lehernya. Meskipun faktanya paru-paru Reuben belum sepenuhnya berkembang, bayi lelaki yang memiliki bobot 2,4 saat dilahirkan itu bernapas cukup baik sehingga dokter membiarkan orang tuanya melihat Reuben sebelum ia dibawa ke ventilator.

Reuben menghabiskan waktu tiga minggu di ventilator, lima minggu dengan menggunakan alat bantu pernapasan sembari berjuang melawan infeksi, hingga akhirnya ia diperbolehkan pulang setelah menghabiskan waktu di rumah sakit 12 minggu.

"Awalnya kami tidak pernah berpikir bahwa kami akan membawanya pulang," ujar Dawn. Saat pulang ke rumah, Reuben diberi delapan jenis obat. Tapi sekarang ia hanya minum viagra empat kali sehari, dua tablet anti-refluks dan suplemen zat besi untuk membantu transportasi oksigen ke seluruh tubuhnya.

Ketika malam hari, Reuben tetap diberi makanan tambahan untuk meningkatkan berat badannya. Ia juga melakukan pemeriksana rutin di rumah sakit untuk memantau kemajuan dan kondisi lubang di hatinya.

"Sungguh menakjubkan ia menjadi anggota keluarga keempat kami. Aku tidak akan mengubah dia untuk dunia lagipula kakak perempuannya juga sangat menyayangi Reuben,' kata Dawn yang berdomisili di Kelso, Roxburghshire ini.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads