Lahir Tanpa Kaki, Pria Ini Justru Jadi Atlet Pelari Tercepat di Dunia

Lahir Tanpa Kaki, Pria Ini Justru Jadi Atlet Pelari Tercepat di Dunia

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 13 Agu 2013 16:00 WIB
Lahir Tanpa Kaki, Pria Ini Justru Jadi Atlet Pelari Tercepat di Dunia
Blake Leeper (Foto: Men's Health)
Jakarta -

Saat mendengar kata 'pelari', tentu yang ada di bayangan kita adalah atlet berlari dengan cepat menggunakan kedua kakinya. Namun tidak dengan Blake Leeper (24), laki-laki ini lahir tanpa sepasang kaki. Meskipun demikian, ia tak mau lantas menyerah dan kini justru sukses menjadi pelari tercepat di dunia.

Lahir dalam kondisi tersebut membuat semua dokter di kampung halamannya, Tennessee, berpikir Blake selamanya tidak akan pernah berlari maupun berjalan. Namun orang tua Blake tak mau begitu saja membiarkan anaknya tak berdaya, mereka kemudian memasangkan prostetik pada Blake sejak balita, menyuruhnya bergerak sendiri dan juga berolahraga, seperti dilansir Men's Health, Selasa (13/8/2013).

Sekitar 2 pekan yang lalu Blake mengikuti IPAC Athletics World Championships yang diselenggarakan di Lyon, Perancis. Di kompetisi tersebut ia memenangkan 4 medali; sebuah medali emas (4 x 100 meter) dan 3 medali perak (100m, 200m, 400m). Tahun lalu, ia membawa pulang medali perunggu dan perak di 200m dan 400m saat mengikuti London Paralympic Games. Blake juga berbagi Rekor Dunia 100m (10,91 detik) dengan Oscar Pistorius. Bagaimana Blake dengan segala kekurangan fisiknya bisa menjadi seorang juara dunia?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan bahwa ia memiliki ambisi 'sedikit' di atas rata-rata. Awalnya Blake bergabung di sebuah klub lokal bernama Boys & Girls Club pada saat berusia 5 tahun. Di sanalah ia mulai mengembangkan keterampilan atletik dan berlari. Blake mengungkapkan bahwa ia terinspirasi oleh mantan bintang sepak bola dan bisbol Bo Jackson.

"Jackson juga menggunakan prostetik dan bisa berkompetisi. Melihat bahwa ada profesional dengan prostetik melakukan hal-hal besar seperti itu sangat menggugah saya," papar Blake.

Kemudian ia mendengar tentang Pistorius, seorang 'blade runner' asal Afrika Selatan yang juga merupakan atlet tanpa kaki. Blake pun semakin bertekad untuk mencoba berlari lebih serius. Ia membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun sebelum akhirnya mendapatkan sepasang 'kaki' pertamanya dari The Challenged Athletes Foundation. Prostetik ini lebih memudahkan Blake untuk berlari jika dibandingkan dengan yang ia pakai sebelumnya.

Sekitar 8 bulan setelah menerima kaki barunya, Blake berpartisipasi dan dianugerahi medali di trek balap pertamanya. Kemudian pada pertandingan keduanya ia didekati oleh salah satu atlet paling terkenal di Brazil, Joaquim Cruz, yang memenangkan medali emas di nomor 800m pada Olimpiade 1984.

"Dia melihat saya berlari dan bertanya bagaimana pengalaman masa lalu saya. Saya lantas menjawab jujur bahwa ini pertandingan kedua saya. Joaquim tertawa dan mengungkapkan bahwa jika saya berlatih keras dan benar-benar mendedikasikan diri, ia bisa membuat saya menjadi juara," terang Blake.

Sejak saat itu, Joaquim menjadi pelatih Blake. Selama diberikan program latihan, Blake tak pernah dibedakan dengan atlet sehat lainnya. Ia tetap melakukan berbagai latihan kecepatan setiap harinya. Target Blake saat ini adalah menjadi orang Amerika pertama yang berpartisipasi dalam Olimpiade dan Paralimpiade di Rio, Brazil, pada tahun 2016.

"Ketika saya memiliki masa-masa sulit, saya memiliki banyak orang yang mendukung dan percaya pada saya. Saya sudah terlalu jauh untuk menyerah saat ini. Saya harus menyelesaikan apa yang telah saya mulai dan meyakinkan semua orang bahwa meskipun saya berbeda, saya masih bisa melakukan hal besar," ujar Blake.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads