Tubuh Bayi 3 Bulan Ini Bisa Terbakar Sendiri, Diduga karena Sakit Langka

Tubuh Bayi 3 Bulan Ini Bisa Terbakar Sendiri, Diduga karena Sakit Langka

Ashrini Shabiani TS Annisa - detikHealth
Selasa, 13 Agu 2013 17:32 WIB
Tubuh Bayi 3 Bulan Ini Bisa Terbakar Sendiri, Diduga karena Sakit Langka
Foto: Daily Mail
Chennai - Malangnya bayi usia tiga bulan ini, karena penyakit langka tubuhnya bisa terbakar sendiri. Pembakaran yang terjadi secara spontan itu telah dialaminya hingga empat kali. Akibatnya ia menderita luka bakar mengerikan.

Bayi bernama Rahul itu diketahui mengalami pembakaran tubuh secara spontan (Spontaneous Human Combustion atau SHC). SHC merupakan peristiwa terbakarnya tubuh manusia secara spontan yang dihasilkan dari energi dalam diri manusia tersebut.

Manusia yang mengalami SHC dapat berakibat fatal dan membahayakan nyawa yang bersangkutan. Dalam beberapa kasus misteri SHC ini terjadi begitu cepat, hingga dalam beberapa kejadian tidak ada saksi yang menyaksikan proses SHC ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Daily Mail, Selasa (13/8/2013), Rahul yang baru berusia tiga bulan harus melakukan pengobatan luka bakar tingkat sepuluh di unit perawatan intensif di Chennai, India, pekan lalu. Dokter rumah sakit mengatakan bahwa bayi itu mengalami pembakaran spontan pada manusia.

Staf medis menduga bahwa ini sudah keempat kalinya Rahul mengalami tubuh terbakar tanpa ada sumber eksternal pengapian. Menurut dokter, Rahul mungkin telah terbakar karena ekskresi gas melalui kulitnya, yang telah mengakibatkannya terbakar pada bagian dada dan kepala.

"Bayi ini kini stabil dan pengobatan dilakukan pada luka bakar dan bekas luka. Sistem pendukung penyelamatan hidup tersedia untuk Rahul di ruang perawatan intensif," tutur R. Narayana Babu, kepala pediatri di rumah sakit.

Ia menceritakan kepada IBN Live bahwa bayi itu akan berada di bawah obervasi. Rahul yang berasal dari Villupuram, 100 kilometer dari Chennai, mengalami insiden pertama kali ketika dia baru berusia sembilan hari.

"Orang-orang mengira saya sengaja membakarnya," kata ibunya, Rajeswari.

enurut orang tuanya, komunitasnya mengucilkan mereka. Sementara ayah Rahul yang seorang buruh tani, mengatakan bahwa mereka kehilangan segalanya akibat kondisi Rahul.

Rajeswari menduga Rahul telah mengalami empat pembakaran diri spontan yang mengakibatkan lelaki kecil itu menderita luka bakar. Insiden terakhir terjadi bulan lalu.

Namun, para dokter di Kilpauk Medical College Hospital di Chennai yang merawat Rahul mengatakan bahwa mereka hanya mendengar versi cerita kejadian dari ibu Rahul. Mereka tidak memiliki catatan medis sebelumnya.

"Obeservasi pada bayi harus dilakukan secara hati-hati. Kami harus menyelidiki apakah penyakitnya adalah genetik," kata Prof. R. Jayachandran dari departemen pediatri di Kilpauk Medical College Hospital.

"Kami akan melakukan tes untuk mencari tahu gas jenis apa dihasilkan oleh Rahul," tambahnya.

Tidak semua percaya pada cerita pembakaran diri yang diceritakan ibu Rahul. Misalnya saja spesialis luka bakar, Dr J Jagan Mohan. "Sindrom pembakaran tubuh manusia secara spontan adalah teori bohong," tutur Dr Mohan.

"Bayi yang ditemukan terbakar secara spontan itu tidak mungkin. Pecandu minuman alkohol memiliki persentase alkohol paling sedikit pada keringatnya tapi tidak akan menghasilkan api," tambahnya.

Hingga diagnosa yang tepat dibuat, dokter memberikan antibiotik pada Rahul.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads