Ibunya, Mary Margret Williams menuturkan bahwa Gabby tidaklah mengalami banyak perubahan selayaknya anak normal yang tumbuh dewasa selama bertahun-tahun. Kulitnya pun masih seperti bayi dan tekstur rambutnya sangat halus.
"Tubuhnya memang agak memanjang dan kami telah mengubah bajunya menjadi seukuran anak berusia 3-6 bulan, padahal sebelumnya Gabby mengenakan baju untuk bayi berusia 0-3 bulan," katanya seperti dilansir NY Daily News, Minggu (18/8/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah Gabby sendiri sudah pernah ditayangkan di channel TLC dalam sebuah acara khusus bertajuk 'My 40-Year-Old Child' pada tahun 2011. Film dokumenter berdurasi satu jam itu juga memaparkan profil Nicky Freeman (40), pria Australia yang terlihat seperti anak laki-laki berusia 10 tahun.
Namun tahun ini, kisah Gabby akan diangkat kembali ke layar kaca oleh TLC dengan judul baru, '40-Year-Old Child: A New Case'. Di samping Gabby, juga akan dipaparkan kisah orang-orang dengan kondisi serupa yaitu pria asal Florida berusia 29 tahun dengan penampilan luar seperti anak berusia 10 tahun dan wanita Brazil berusia 31 tahun yang masih terlihat seperti bayi.
Acara ini pun menampilkan perjalanan seorang peneliti bernama Richard Walker yang ingin menemukan petunjuk mengapa orang-orang ini tak bisa menua dan apa kesamaan yang ditemukan pada diri mereka. Walker pun menduga bisa jadi orang-orang inilah yang memegang kunci rahasia awet muda yang banyak dicari orang selama ini.
Walker menjelaskan bahwasanya 'developmental inertia' atau perubahan fisiologis adalah hal vital bagi proses pertumbuhan manusia.
"Tanpa proses itu kita takkan pernah berkembang. Ketika kita tumbuh, seluruh bagian tubuh kita akan berubah dan berkoordinasi. Jika tidak maka akan terjadi kekacauan. Tapi tubuh akan terus berubah saat manusia beranjak dewasa dan tak ada yang bisa menghentikan proses ini," terangnya.
Hanya saja Walker percaya ia telah berhasil menemukan salah satu gen yang bertanggung jawab terhadap terjadinya 'developmental inertia'.
"Kalau kita bisa mengidentifikasi gen ini lalu di masa dewasa awal kita bisa menghentikan ekspresi 'developmental inertia' karena kita menemukan saklar 'off'-nya. Ketika Anda melakukannya maka akan terjadi homeostasis sempurna dan pada akhirnya Anda akan mengalami 'keabadian biologis'," tandasnya.
Menurut Walker, orang yang mengalami 'keabadian biologis' ini masih bisa meninggal dunia akibat serangan penyakit atau kecelakaan, tapi mereka takkan merasakan penuaan layaknya orang normal.
Itulah mengapa Walker merasa studi tentang kode genetik Gabby itu sangatlah penting. Meski awalnya orang tua Gabby mengaku khawatir jika Walker hanya memanfaatkan Gabby untuk mendapatkan rahasia awet muda, nyatanya Walker berhasil meyakinkan mereka bahwa riset yang dilakukannya difokuskan untuk membantu orang-orang yang mengalami masalah ketika usianya beranjak tua.
"Alzheimer adalah salah satu penyakit paling mengerikan diantaranya. Tapi jika apa yang ada pada Gabrielle dapat memberikan petunjuk untuk menyembuhkan penyakit itu maka kami pastikan akan ambil bagian dalam riset. Kami pun percaya Dr. Walker dan peneliti lainnya benar-benar akan menemukan sesuatu yang lebih terfokus pada penyakit penuaan daripada sekedar obat awet muda," tutup ibu Gabby, Mary Margret.
(/)










































