Awalnya Bahu Pegal, Wanita ini Malah Lumpuh Usai Berobat Chiropractic

Awalnya Bahu Pegal, Wanita ini Malah Lumpuh Usai Berobat Chiropractic

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Senin, 19 Agu 2013 14:34 WIB
Awalnya Bahu Pegal, Wanita ini Malah Lumpuh Usai Berobat Chiropractic
Sandy Nette (Foto: Daily Mail)
Alberta, Kanada - Pegal-pegal pada punggung karena terlalu lama duduk lumrah dialami pekerja kantoran. Beberapa orang lantas mencoba metode Chiropractic untuk meredakan gangguan. Namun metode pengobatan ini tak lepas dari risiko, bahkan seorang wanita ada yang lumpuh karenanya.

Selama 6 tahun, seorang wanita di Kanada mengalami lumpuh karena menjalani pengobatan Chiropractic. Metode ini menekankan pada pengobatan dan pencegahan gangguan muskuloskeletal yang menekankan pada tulang belakang. Perawatannya menggunakan tangan alias manual.

Praktiknya, seorang praktisi atau disebut Chiropractor menggunakan tangan kosong untuk mengobati gangguan tulang, otot dan sendi pada tulang belakang. Di beberapa negara maju, pengobatan ini sudah banyak ditawarkan sebagai pengobatan alternatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar tahun 2007 lalu, Sandy Nette (46 tahun)yang ketika itu masih bekerja di sebuah perusahaan gas merasa bahunya kaku karena terlalu banyak membungkuk saat bekerja. Dia pun mengunjungi seorang Chiropractor untuk meredakan gangguannya.

Namun tak lama kemudian, sang suami yang bernama David menerima kabar yang membuatnya cemas. Dalam telepon, Sandy mengatakan kepada David bahwa dia memarkir mobilnya di pinggir jalan. Yang aneh, perkataan Sandy susah dimengerti, padahal biasanya dia pandai berkata-kata.

"Dia terus mengatakan 'David, aku sangat takut'. Dia bilang merasa pusing dan penglihatannya menjadi aneh. Dia berbicara dan sejurus kemudian tiba-tiba diam," terang David seperti dilansir Daily Mail, Senin (19/8/2013).

David pun segera mencari Sandy terkejut mendapati perilaku ganjil sang istri. Ekspresi wajahnya kosong, seolah sedang terbius obat-obatan. Sandy mengaku mengalami mati rasa di wajah dan jari. Dia pun segera diboyong ke unit gawat darurat Alexander Royal Hospital.

Hasil pemeriksaan scan MRI menemukan bahwa Sandy menderita stroke besar karena arteri vertebralis bagian kiri dan kanan di lehernya robek. Dia pun segera dikirim ke University of Alberta Hospital yang memiliki perawatan lebih memadai.

Dokter lantas bertanya apakah Sandy pernah menjalani chiropractor? David pun menjawab istrinya baru saja pulang usai menjalani pengobatan tersebut. Rupanya, sang dokter pernah melihat kasus serupa sebelumnya.

Dengan pengobatan yang melibatkan manipulasi tulang belakang, beberapa penelitian menemukan bahwa sekitar setengah kasus pengobatan chiropractic dapat menyebabkan efek buruk. Dengan gerakan yang ekstrem pada leher, arteri dapat rusak dan menyebabkan stroke.

"Rasanya seperti mimpi buruk. Beberapa jam yang lalu saya punya istri yang sehat, lincah, dan berikutnya dia seperti gadis dari film The Exorcist (film pengusiran hantu). Itu menakutkan," kata David.

Hati David seolah tersayat sembilu ketika diberitahu dokter bahwa Sandy kemungkinan tak dapat bertahan hidup. Kalaupun dia bisa selamat, dia akan dirawat di dalam ventilator untuk jangka waktu yang amat lama. Secara klinis, Sandy didiagnosis mengalami sindrom locked in.

Karena tidak mampu menelan sama sekali, Sandy langsung dipasangi alat tracheostomy, di mana dokter membuat lubang di tenggorokan melalui leher. Paru-parunya juga perlu disedot secara teratur sejam sekali. Jika tidak, air liur akan menggenangi paru-parunya.

Untuk bisa berkomunikasi, Sandy memberitahu dokter dan suaminya dengan cara berkedip. David akan menunjuk huruf dan Sandy mengedipkan mata tiap kali dia menunjuk huruf yang tepat. Dengan cara ini David masih bisa berkomunikasi dengan istrinya tercinta.

David menghabiskan sekitar 18 jam tiap hari mendampingi Sandy di samping tempat tidurnya. Karena tidak ada pengobatan untuk sindrom ini dan kebanyakan pasien tidak dapat sembuh, dokter tak percaya bahwa Sandy dapat berjalan, berbicara, bahkan bernapas kembali tanpa bantuan.

Namun 3 bulan kemudian Sandy tiba-tiba dapat menggerakkan jari kakinya. Kemudian beberapa bulan berikutnya, dia bisa meregangkan tangan kanan. Walau masih sepenuhnya lumpuh, dokter cukup tercengang. Perlahan tapi pasti, Sandy mampu menggerakkan tangan kiri dan dengan menggunakan tangan kanannya.

Akhirnya setelah 5 bulan, perangkat trakeanya dilepas. Sandy lantas dirujuk ke Pusat Rehabilitasi Glenrose. Pada bulan Maret 2008, Sandy yang masih bisa hampir tidak dapat bergerak dan tidak bisa berbicara diberitahu bahwa dia bisa memulai proses rehabilitasi.

Pada bulan Agustus 2008, Sandy akhirnya bisa kembali ke rumah. Namun dia masih harus menggunakan kursi roda untuk berjalan. Saat itu dia masih belum bisa berjalan atau berbicara. Tapi pada bulan Februari 2009, Sandy mulai bisa menggerakkan otot di tenggorokannya.

Di tahun yang sama, chiropractor yang memberikan terapi kepada Sandy mengakui perbuatannya. Awalnya dia mengklaim bahwa Sandy telah menandatangani formulir yang mengatakan dia mengetahui risiko pengobatannya dapat menyebabkan stroke. Namun akhirnya dia mengakui bahwa dia memalsukan tanda tangan Sandy.

Chiropractor tersebut lantas dikenai sanksi skorsing 3 bulan dan tak lagi dijamin asuransinya oleh Canadian Chiropractic Protection Association. Tahun 2012 lalu, Sandy dan David mendapat kompensasi karena David terpaksa meninggalkan pekerjaan untuk merawat istrinya.

Kini setelah 6 tahun lamanya, Sandy mengalami pemulihan yang lambat namun stabil. Kini dia mampu berbicara dengan singkat dan berjalan pendek. Dia sekarang sudah bisa menelan, walau terkadang masih tersedak. Namun Sandy sangat positif tentang masa depannya.

"Saya tidak bisa percaya betapa jauh lebih baik saya sekarang. Sangat senang bisa berjalan lagi dan melakukan percakapan. Sangat penting untuk tidak pernah menyerah. Jika Anda gigih dan mau berjuang melaluinya, Anda bisa," kata Sandy.

(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads