Kejadian ini dimulai saat istrinya, Melissa, terbangun dan menyadari bahwa napas suaminya tidak terdengar seperti biasanya. Wanita yang sudah 7 tahun menjadi perawat ini kemudian mencoba membangunkannya, namun gagal. Ia kemudian dibantu oleh anaknya, Lawrence (17), melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada Anthony sampai ambulans tiba. Staf menemukan adanya detak jantung setelah mengejutkan Anthony beberapa kali.
Sesampainya di rumah sakit Kettering Medical Center, dokter jantung yang menangani Anthony, dr Raja Nazir, awalnya mengira kondisi ini terjadi akibat adanya pembuluh arteri Anthony yang tersumbat, namun nyatanya tidak. Kondisi tubuh Anthony saat itu tidak bermasalah hingga akhirnya tiba-tiba jantungnya berhenti berdetak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami saling memandang. Kami akan memberinya semua obat yang kami punya, tapi pada titik tertentu Anda merasa harus membatalkannya," ungkap dr Raja, seperti dikutip dari ABC News, Jumat (23/8/2013).
Tak lama setelah dokter mengungkapkan hal tersebut, Lawrence berlari ke ruangan tersebut dan berkata pada ayahnya bahwa ia tidak boleh meninggal hari itu. Ajaibnya, beberapa saat kemudian, layar monitor jantung Anthony menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Ketika saya melihat adanya aktivitas listrik kembali, saya terkejut," ungkap dr Raja.
Ia kemudian melakukan tindakan medis kembali pada Anthony untuk mengembalikan tekanan darah. Staf medis lain pun mulai bekerja kembali untuk mengupayakan pemulihan kondisi Anthony.
"Saya menyebutnya keajaiban karena saya belum pernah melihat sesuatu seperti itu," tutur dr Raja.
Anthony kemudian dipindahkan ke Ohio State University, dan diizinkan pulang ke rumahnya di West Carrollton dengan defibrillator di dadanya. Saat diminta untuk menceritakan pengalamannya, ia mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak mengingat apapun setelah ia tidur di malam istrinya membawanya ke rumah sakit.
(vit/vit)











































