Dibully karena Senyumnya Aneh, Jayella Pasang Otot Paha ke Wajah

Dibully karena Senyumnya Aneh, Jayella Pasang Otot Paha ke Wajah

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jumat, 30 Agu 2013 11:34 WIB
Dibully karena Senyumnya Aneh, Jayella Pasang Otot Paha ke Wajah
Jayelle (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Apabila tersenyum, Jayella terlihat aneh karena sisi kanan wajahnya tak bisa digerakkan. Remaja berumur 19 tahun ini mengidap facial palsy, kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Agar bisa tersenyum cantik, otot dari kakinya dipasangkan ke wajah.

Karena penyakit yang diidapnya sejak lahir, remaja asal Tredegar, South Wales, Inggris ini sering dibully teman-teman di sekolah. Dia bahkan tak lagi berminat masuk ke pub lantaran seorang staf pernah keliru mengiranya sedang mabuk gara-gara senyumnya miring.

Kondisi facial palsy sendiri umumnya mengacu pada kelemahan otot-otot wajah. Penyebabnya adalah kerusakan sementara atau permanen pada saraf wajah. Ketika saraf wajah tak berfungsi dengan baik, otot-otot tidak menerima sinyal yang diperlukan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit ini menyebabkan kelumpuhan pada area wajah yang dapat mempengaruhi pergerakan mata dan mulut. Karena setiap sisi wajah memiliki sarafnya sendiri-sendiri, maka kerusakan pada saraf wajah bagian kiri hanya akan mempengaruhi fungsi wajah bagian kiri saja dan sebaliknya.

Pada kasus Jayella, sebenarnya dia sudah menyadari bahwa dirinya berbeda dengan anak-anak lain di SD. Tapi ketika ibunya menawarkan operasi untuk memperbaiki kondisi wajahnya saat akan masuk SMP, gadis ini menolak. Hingga akhirnya dia jatuh cinta pada seni tari.

Saat tampil menari di usia 16 tahun, Jayella sangat terganggu dan kesal oleh ulah temannya yang menirukan senyum di wajahnya. Maka sejak saat itu, dia menyadari bahwa dia perlu menjalani dioperasi demi mencapai cita-citanya menjadi penari profesional.

Beberapa hari sebelum merayakan ulang tahunnya yang ke-17, Jayella menjalani operasi selama 7 jam. Saat itu dia sudah serius mempelajari seni pertunjukan tari. Dokter ahli bedah membuatnya bisa tersenyum lagi dengan menggunakan otot dari lengan dan saraf dari kakinya.

"Orang-orang sudah terbiasa tersenyum setiap hari. Tetapi bagi saya, senyum adalah hadiah. Saya tidak bisa berhenti tersenyum setelah operasi. Menderita facial palsy adalah hal yang mengerikan. Saya diperlakukan seperti orang aneh," kata Jayella seperti dilansir Daily Mail, Jumat (30/8/2013).

Kini ketika berkaca di cermin, Jayella merasa sangat senang melihat senyumnya. Meskipun ada bekas luka, dia merasa bangga dan tak takut menunjukkannya saat pergi ke luar. Dia sekarang belajar tari dan koreografi di Winchester University.

"Sekarang saya ingin berterimakasih kepada para pembully yang mendorong saya, membuat saya meraih impian saya. Mereka mendorong saya untuk membuktikan bahwa mereka salah," pungkasnya.



(pah/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads