Karena penyakit yang diidapnya sejak lahir, remaja asal Tredegar, South Wales, Inggris ini sering dibully teman-teman di sekolah. Dia bahkan tak lagi berminat masuk ke pub lantaran seorang staf pernah keliru mengiranya sedang mabuk gara-gara senyumnya miring.
Kondisi facial palsy sendiri umumnya mengacu pada kelemahan otot-otot wajah. Penyebabnya adalah kerusakan sementara atau permanen pada saraf wajah. Ketika saraf wajah tak berfungsi dengan baik, otot-otot tidak menerima sinyal yang diperlukan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kasus Jayella, sebenarnya dia sudah menyadari bahwa dirinya berbeda dengan anak-anak lain di SD. Tapi ketika ibunya menawarkan operasi untuk memperbaiki kondisi wajahnya saat akan masuk SMP, gadis ini menolak. Hingga akhirnya dia jatuh cinta pada seni tari.
Saat tampil menari di usia 16 tahun, Jayella sangat terganggu dan kesal oleh ulah temannya yang menirukan senyum di wajahnya. Maka sejak saat itu, dia menyadari bahwa dia perlu menjalani dioperasi demi mencapai cita-citanya menjadi penari profesional.
Beberapa hari sebelum merayakan ulang tahunnya yang ke-17, Jayella menjalani operasi selama 7 jam. Saat itu dia sudah serius mempelajari seni pertunjukan tari. Dokter ahli bedah membuatnya bisa tersenyum lagi dengan menggunakan otot dari lengan dan saraf dari kakinya.
"Orang-orang sudah terbiasa tersenyum setiap hari. Tetapi bagi saya, senyum adalah hadiah. Saya tidak bisa berhenti tersenyum setelah operasi. Menderita facial palsy adalah hal yang mengerikan. Saya diperlakukan seperti orang aneh," kata Jayella seperti dilansir Daily Mail, Jumat (30/8/2013).
Kini ketika berkaca di cermin, Jayella merasa sangat senang melihat senyumnya. Meskipun ada bekas luka, dia merasa bangga dan tak takut menunjukkannya saat pergi ke luar. Dia sekarang belajar tari dan koreografi di Winchester University.
"Sekarang saya ingin berterimakasih kepada para pembully yang mendorong saya, membuat saya meraih impian saya. Mereka mendorong saya untuk membuktikan bahwa mereka salah," pungkasnya.
(pah/)










































