Suatu malam, saat tengah tertidur, tiba-tiba pria berusia 37 tahun ini terbangun dan mengalami cegukan, Kejadian ini terjadi 14 bulan yang lalu hingga saat ini. Daniel mengalami cegukan setiap tujuh detik dan itu diakui Daniel sangat mengganggunya.
Itu berarti, sejak cegukan pertama terjadi pada Juli tahun lalu, Daniel telah cegukan sebanyak 5,25 juta kali. Cegukan yang dialami ayah dua anak ini sudah menghambatnya jika ingin keluar rumah. Daniel juga kerap tidak bisa tidur karena sepanjang malam ia terus menerus cegukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cegukan itu telah mengambil alih kehidupanku. Suatu pagi aku terbangun dengan cegukan itu setelah semalamnya ikut pesta. Aku tidak tahu penyebab munculnya cegukan itu. Di pesta, aku tidak terlalu banyak minum dan hanya mencampur bir dengan minuman lainnya," kata Daniel.
Ia mengaku kadang di hari-hari tertentu cegukan itu akan berhenti. Namun, di lain hari, cegukan yang dirasakan Daniel makin buruk hingga sering membuatnya muntah saat menelan makanan dan bahkan pernah membuat Daniel pingsan.
"Ada saat ketika aku tidak bisa bernapas selama 30 detik karena cegukan itu terasa mengunci diafragmaku. Malam hari terasa sangat buruk ketika aku terbangun karena cegukan dan membuat tempat tidurku bergetar," ungkap Daniel.
Untuk mengatasi kondisinya, Daniel sudah belajar mengendalikan cegukannya sampai batas tertentu dan berusaha tetap tenang saat cegukan datang. Tapi, ketika ia mulai lupa, cegukan itu justru muncul lagi.
Kini, Daniel bekerja dari rumah dan ia hampir menyerah untuk berupaya mengobati cegukannya. Ia sudah minum banyak air, melakukan endoskopi dan CAT scan, mengubah pola makan, minum obat penenang, bahkan menggunakan chiropractor.
"Satu-satunya yang bekerja adalah chiropractor yang memanipulasi syaraf di leherku tapi itu hanya berlangsung 10 hari. Bahkan aku melakukan saran orang terdahulu untuk menghilangkan cegukan seperti bernapas dalam kantong atau minum campuran cuka dan gula,' papar pria asal Roscommon, Irlandia ini.
Kini Daniel tengah menunggu hasil scan MRI karena takut kondisi yang dialaminya berhubungan dengan tumor otak, setelah sebelumnya ia membaca kasus serupa, demikian dilansir Mirror, Kamis (5/9/2013).
"Kami putus asa karena cegukan yang merusak kehidupan kami. Cegukan itu sudah mengambil alih Daniel," ujar Susan.
(vit/vit)











































