Chris juga tak pernah tidur lebih dari dua jam dalam satu waktu. Menurut sang ibu, Maura Murto (59) ketika tidur wajah Chris akan meringis dan air matanya mulai mengalir. Saat berusia 13 tahun, dokter mendiagnosa Chris dengan tumor jinak yang langka.
Tumor tersebut berupa hamarmota hipotalamus (HH) yang menyebabkan penderitanya bisa kejang sampai 350 kali per bulan. Akibat penyakit ini, Chris pun kerap mengonsumsi obat sampai 25 pil sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat berbicara kejang, aku hanya berpikir orang yang mengalaminya akan terbaring di lantai. Setelah Chris berusia lima tahun, kejangnya makin parah dan itu mengganggu proses berpikir dan kemampuan belajarnya," cerita Maura.
Ia menambahkan IQ Chris bahkan turun dari skor 120 menjadi 79. Dokter memperingatkan Maura dan suaminya bahwa anaknya tidak bisa hidup mandiri. Tak hanya itu, Chris juga mengalami tremor di tangannya, matanya pun berputar ke atas.
"Anda bisa melihat bagian matanya yang putih. Saat tidur dia banyak mengeluarkan air liur yang tak terkendali," tambah Maura, demikian dilansir ABC News, Rabu (9/10/2013).
Saat usianya 13 tahun Chris mengalami kejang sampai ribuan kali. "Tidak mungkin menjelaskan rasa sakit yang saya alami," ujar Chris.
Tapi kini di usianya yang menginjak 29 tahun, Chris sudah bebas dari kejang yang kerap dialaminya setelah menjalani operasi laser minimal invasif untuk membakar tumor di otaknya di Barrow Neurological Institute di St. Joseph's Hospital and Medical Center, Phoenix.
Operasi itu ia lakukan pada bulan Agustus tahun lalu. Menurut ahli bedah saraf, Dr Peter Nakaji, tumor HH merupakan kumpulan sel abnormal yang ada di dasar otak dekat hipotalamus dan hanya mempengaruhi sekitar satu dari 200.000 orang.
"Sel-sel seperti alat pacu jantung kecil itu membakar sinyal abnormal yang menyebabkan jenis kejang gelastik yang langka. Anak kecil bisa meledak tawanya bahkan ketika Anda tahu mereka sedang tidak bahagia, itu cukup menyeramkan," jelas Dr Peter.
Chris menjelaskan kejang yang dirasakannya berlangsung sekitar 15 sampai 20 detik. "Apakah Anda pernah bermimpi berada di suatu tempat yang salah dan Anda harus pergi dari tempat itu, tapi Anda tidak bisa,"kata Chris.
Untuk menghitung kejang yang dialami putranya sata berusia 13 tahun, Maura memberi seember kelereng kepada Chris. Ia akan menaruh satu kelereng di tas di samping tempat tidurnya jika mengalami satu kali kejang.
"Ada lebih dari 1.000 kelereng per bulan. Tas-tas di kamar Chris dipenuhi dengan kelereng," ujar sang ibu.
(/mer)










































