Dari University Hospitals Seidman Cancer Center menuju ke First Evangelical Lutheran Church di Strongsville, Scott menggunakan ambulan. Sebuah tim medis khusus dibentuk untuk mengawasi Scott selama prosesi pernikahan.
Di bawah jas Scott, terdapat kabel yang terhubung dengan monitor paramedis. Ia juga menggunakan tabung trakea di balik dasinya. Putrinya, Sarah Nagy (24), menemui Scott di depan gereja sambil menangis dan berkata bahwa ia mencintainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scott pun dibaringkan di brankar (usungan) dan didampingi beberapa orang ia pun mengantar sang putri ke altar. Scott yang berasal dari Brunswick didiagnosis dengan kanker uretra metastatik pada November lalu. Ia pun sudah menjalani kemoterapi untuk memperlambat tumbuhnya kanker.
"Pernikahan awalnya direncanakan tahun depan tapi entah bagaimana semuanya justru terlaksana bulan ini. Scott hanya berkata ia ingin ada di hari pernikahan Sarah," kata Jean, istri Scott yang berprofesi sebagai perawat.
Jean dan beberapa temannya termasuk tim medis rumah sakit pun membantu Scott yang sudah dirawat sejak akhir Agustus. Awalnya dokter tidak yakin ia mempunyai kekuatan yang cukup untuk menghadiri pernikahan putrinya. "Setelah Scott mengatakan kepada kami tujuannya, kami terinspirasi olehnya. Dia memiliki tekad yang kuat," kata Jacky Uljanic, salah satu perawat di rumah sakit.
Menurut Jacky, Scott rutin melakukan terapi setiap hari untuk menambah kekuatan fisiknya. Bahkan, tukang cukur pun datang ke rumah sakit untuk memangkas jenggot dan rambut Scott. "Saya sangat berterima kasih pada mereka, saya sangat senang kami bisa mewujudkan hal ini," ujar Scott.
(/)











































