Meski Alzheimer, Kakek Berusia 86 Tahun Ini Buka Toko Sepeda di RS

Meski Alzheimer, Kakek Berusia 86 Tahun Ini Buka Toko Sepeda di RS

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 23 Okt 2013 11:03 WIB
Meski Alzheimer, Kakek Berusia 86 Tahun Ini Buka Toko Sepeda di RS
Chang Lien-hung (Foto: Want China Times)
Tamsui, Taiwan - Berusia lanjut dan memiliki kondisi Alzheimer tak lantas membuat semangat hidup Chang Lien-hung (86) luntur. Montir sepeda ini membuka toko sepeda di Mackay Memorial Hospital dengan bantuan pengasuhnya. Menurut pihak rumah sakit, hal ini merupakan bagian dari terapi perawatan Chang.

Sebelumnya diketahui Chang memiliki sebuah toko sepeda di Tamsui, Taiwan, selama pendudukan Jepang. Sekitar 6 tahun lalu, ia mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit Alzheimer. Awalnya ia lupa untuk menerima pembayaran dari pelanggan, bahkan ia juga tak bisa mengingat bahwa ia sudah makan. Akhirnya sang keluarga memutuskan untuk menutup toko sepeda tersebut dan Chang dirawat di Memorial Hospital Mackay.

Kepala perawat Chang, Lee Li, menceritakan bahwa beberapa bulan lalu anaknya jatuh dari sepeda di dekat rumah sakit. Setelah anaknya mendapatkan perawatan di rumah sakit, mereka menemukan bahwa sepeda rusak tersebut telah diperbaiki oleh Chang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun Chang hanya butuh sekitar 5 menit untuk memperbaiki sepeda, namun hal itu membuat kami sadar bahwa mungkin kami dapat mendorong Chang untuk melakukan apa yang menjadi keahliannya, dalam hal ini memperbaiki sepeda," kata Lee, seperti dikutip dari Asia One, Rabu (23/10/2013).

Keluarga Chang mendukung gagasan ini. Mereka kemudian membawa peralatan dan sertifikat bisnis toko Lee sebelumnya yang telah diterbitkan pada tahun 1970. Chang membuka toko setiap pagi dan mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap.

"Anak Chang mengatakan bahwa sebelum ayahnya pindah ke rumah sakit, ayahnya tidak bisa mengenali semua peralatan yang sebelumnya telah ia gunakan selama beberapa dekade. Tapi setelah kamarnya dibuat serupa seperti toko sepeda tuanya, ia mulai bisa mengingat keterampilan lamanya," ujar Lee.

Lee juga mengatakan bahwa kisah Chang telah menginspirasi banyak orang. Beberapa orang yang kebetulan sedang berada di rumah sakit juga seringkali datang menemui Chang dan saling berbagi cerita.

"Seorang pria membawa ayahnya yang juga memiliki Alzheimer mengunjungi Chang. Mereka berdua akhirnya bisa berbagi cerita dengan satu sama lain. Ini merupakan sesi terapi yang baik untuk keduanya," terang Lee.

(ajg/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads