Sindrom Langka Bikin Atlet Bela Diri Ini Jadi 'Manusia Es'

Sindrom Langka Bikin Atlet Bela Diri Ini Jadi 'Manusia Es'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 01 Nov 2013 15:07 WIB
Sindrom Langka Bikin Atlet Bela Diri Ini Jadi Manusia Es
Gooch dan Amanda (Foto: Rossparry)
Jakarta - Saat badan demam dan kedinginan pasti rasanya sangat tidak mengenakkan, apalagi jika badan terasa seperti membeku? Setidaknya itulah yang terjadi pada Mitch Gooch (36). Sindrom langka membuat tubuh atlet seni bela diri ini seperti balok es.

Gooch terkena sindrom Andersen-Tawil tipe 2 hingga ia merasa tubuhnya solah-olah terus membeku. Hal ini terjadi karena kadar kalium dalam tubuhnya turun drastis hingga mengakibatkan Gooch sulit bicara, makan, dan minum selama sepuluh tahun terakhir. Gooch adalah satu dari 100 orang di dunia yang terkena sindrom ini.

Gooch juga menderita dwarfisme dan sindrom Russeell-Silver yang mengganggu pertumbuhannya. Sejak didiagnosis pada tahun 2002, Gooch bisa merasa dirinya tiba-tiba membeku dan kejadian itu bisa berlangsung selama berhari-hari. Saat itulah ia akan berubah menjadi 'patung manusia'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya hanya bisa menggambarkan seperti sesuatu yang dibekukan. Anda tahu bisa bergerak, tapi tidak dapat melakukannya. Rasanya tubuh Anda seperti balok es. Jika serangan itu terjadi saat tidur, maka dari pinggang saya ke bawah akan lumpuh sampai kadar kalium saya normal," kisah Gooch.

Ia menambahkan jika kadar kaliumnya terlalu tinggi, ia bisa terkena serangan jantung, tapi jika terlalu rendah, maka Gooch bisa berisiko koma. Pria yang berasal dari Hull ini akan diberi infus kalium jika serangan 'manusia patung' itu datang. Saat berusia 24 tahun, Gooch tidur dan ketika bangun semua tubuhnya sudah lumpuh dan ia tak bisa bergerak selama seminggu.

Setahun kemudian, ia melakukan tes darah dan dokter mendiagnosanya dengan sindrom Andersen-Tawil setelah sebelumnya mengira Gooch mengalami gangguan pertumbuhan. Sejak saat itulah Gooch harus menggunakan kursi roda.

Kini, Gooch dirawat oleh pasangannya, Amanda Hickling. Mereka juga sedang menyiapkan klub seni bela diri di Hull. Gooch mengaku penyakit yang ia alami tidak akan pernah mengubur mimpinya untuk mengembangkan seni bela diri. Dilansir Daily Mail, Jumat (1/11/2013), Gooch telah mendirikan klub seni bela diri di Scunthrope pada bulan April tahun lalu. Perlahan-lahan, ia ikut mengajarkan bela diri pada murid-muridnya. Ia juga melatih Amanda untuk menguasai ilmu bela diri.

"Setelah mengalami serangan manusia patung itu saja saya harus bisa merehabilitasi diri saya sendiri. Maka saya bertekad untuk bisa mengajarkan ilmu yang saya punya pada orang lain. Ini impian saya sejak dulu," tutur Gooch.

"Memang agak sulit melakukan seni bela diri di kursi roda, tapi saya ingin menunjukkan pada orang lain walaupun dalam keadaan seperti ini saya bisa melakukannya. Saya berterima kasih pada semua rekan terutama Amanda yang sudah merawat saya selama ini," imbuh Gooch.

Sindrom Andersen-Tawil bisa membuat otot melemah, irama jantung berubah, dan kelainan perkembangan. Orang dengan sindrom ini biasanya mengalami kelainan fisik seperti rahang yang lebih kecil dan rendah, kelainan gigi, jarak antara kedua mata lebih lebar, bertubuh pendek, dan tulang belakang melengkung. 60 persen kasus sindrom Andersen-Tawil terdiri dari tipe satu yang disebabkan karena faktor genetik. Sedangkan 40 persen kasus terdiri dari tipe 2 yang penyebabnya belum diketahui. 

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads