Diceritakan oleh Joleen, dirinya kehilangan suara setelah ia mengalami flu. Awalnya dikira sebagai flu ringan, namun nyatanya suara Joleen justru benar-benar menghilang dan tak kembali. Ibu dari empat orang anak ini mengungkapkan bahwa kondisinya ini membuatnya sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
"Saya mencoba untuk menjauh dari orang-orang sesering mungkin. Hal sederhana seperti memesan kopi di Starbucks saja terasa sangat menyulitkan," tutur Joleen, seperti dikutip dari Fox News, Rabu (6/11/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kalanya otot-otot menjadi begitu ketat dan terkunci dalam posisi tersebut, sehingga suara pasien bisa menjadi serak, parau, atau bahkan hilang sama sekali," terang dr Claudio Milstein, direktur The Voice Center Head and Neck Institute, Cleveland Clinic.
dr Claudio melakukan terapi pengobatan pada Joleen selama tiga jam. Ia mencoba memberikan beberapa teknik termasuk memanipulasi pita suara Joleen dalam upaya untuk memulihkan suaranya.
"Beberapa pasien dalam waktu 10 hingga 15 menit bisa mendapatkan suara mereka kembali. Namun beberapa pasien, seperti Joleen, sedikit lebih menantang," ujar dr Claudio.
Perjuangan Joleen terbayar. Setelah melakukan sesi terapi bersama dr Claudio tersebut, Joleen mampu berbicara dengan keras untuk pertama kalinya. dr Claudio yakin pengobatan Joleen akan efektif dalam jangka panjang, ia juga telah memberikan sebuah alat kepada Joleen untuk berjaga-jaga jika suaranya kembali hilang. Kini Joleen sudah bisa menjalani kehidupan normalnya sebagai seorang ibu.
(ajg/)











































