Kena Penyakit Langka, Bocah Ini Selalu Lapar dan Tak Tahu Rasanya Kenyang

Kena Penyakit Langka, Bocah Ini Selalu Lapar dan Tak Tahu Rasanya Kenyang

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 19 Nov 2013 12:45 WIB
Kena Penyakit Langka, Bocah Ini Selalu Lapar dan Tak Tahu Rasanya Kenyang
Geezer Buxton dan Kedua Orang Tuanya (Foto: Daily Mail)
Staffordshire, Inggris - Geezer Buxton (23 bulan) memiliki kondisi penyakit langka yang dikenal sebagai Prader-Willi syndrome (PWS). Penyakit ini membuat Geezer selalu merasa lapar dan tak bisa merasa kenyang. Diketahui anak-anak dengan PWS biasanya akan makan 3-6 kali lebih banyak dibandingkan anak-anak lainnya dan belum ada obat yang bisa menyembuhkannya.

Selain memiliki nafsu makan yang tak terbatas, mereka yang didiagnosis dengan PWS juga bisa memiliki perlambatan perkembangan fisik dan emosional, serta kesulitan belajar. Bocah yang berasal dari Staffordshire, Inggris, ini disampaikan oleh orang tuanya, Michelle Sargeant (43) dan Craig Buxton (39) selalu ingin makan apapun yang sedang ia pegang.

Geezer didiagnosis dengan PWS saat ia masih berusia tiga minggu, setelah dokter khawatir tentang kondisinya yang tidak responsif. Meskipun hingga kini Geezer telah menunjukkan kemajuan yang baik, namun ia belum bisa mengucapkan kata pertamanya dan baru-baru ini baru mulai bisa merangkak. Michelle dan Craig sangat khawatir sang anak mungkin tidak akan bisa hidup mandiri di masa depannya nanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ia harus lahir melalui operasi caesar dan kemudian dibawa ke ruang perawatan intensif. Di sana ia tidak diberi makan dengan benar selama lebih kurang sepuluh hari. Geezer diberi makan melalui tabung sebelum kami diizinkan untuk membawanya pulang. Sekitar tiga minggu kemudian kami diberi tahu bahwa ia mengalami PWS," ujar Michelle.

Setelah tahu Geezer mengalami kondisi tersebut, Michelle kemudian mencari informasi mengenai PWS secara online pada orang tua lain yang juga mengalaminya. Saling berbagi cerita, Michelle kemudian disarankan untuk menyembunyikan makanan dan memperhatikan kemana pun Geezer pergi untuk mencegahnya makan makanan yang tak seharusnya dimakan.

"Jika ia mulai makan apa pun, kami harus mengawasinya untuk mengontrol berat badannya. Jika tidak, kondisinya bisa menjadi semakin berbahaya. Menakutkan bagi saya untuk membayangkan suatu hari ia mungkin makan begitu banyak sampai perutnya pecah," tutur Michelle.

"Dengan penelitian lanjutan dalam genetika dan PWS, kami tetap berpikir positif tentang masa depan Geezer dan berharap bahwa anak kami akan dapat menjalani hidup bahagia dan sehat sampai nanti," lanjutnya, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (19/11/2013).

Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan PWS. Kondisi ini sendiri sebenarnya tidak mengancam nyawa. Namun, mereka yang memiliki penyakit ini diketahui lebih berisiko untuk obesitas, diabetes tipe 2 dan gagal jantung.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads