Gabriel Muniz terlahir dengan kondisi apodia, di mana tungkai kakinya tidak berkembang secara sempurna yang membuatnya tak memiliki telapak kaki. Terlahir tanpa telapak kaki nyatanya tidak membatasi gerak Gabriel. Ia memiliki tekad kuat untuk bisa berjalan normal layaknya anak-anak lain.
"Dia mulai berjalan sebelum ia bisa berbicara pada usia 10 bulan. Itu luar biasa," tutur sang ibu, Sandra, seperti dilansir Daily Mail, Senin (2/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tampil mengesankan keluarga dan teman-teman dengan keterampilannya bermain bola, Gabriel juga berhasil memukau FC Barcelona dan diundang oleh klub raksasa Spanyol itu ke sebuah kamp pelatihan untuk bermain melawan pemain bola dengan tubuh sempurna.
"Dia menantang norma-norma sosial. Ketika ia tiba di sana (di Barcelona academy), tidak ada yang percaya kepadanya. Tapi dia membuktikan kepada semua orang di sana bahwa ia bisa 'head to head' dengan anak laki-laki lainnya. (Bakatnya) Luar biasa sehingga ia diundang ke Spanyol untuk menampilkan bakatnya," jelas guru olahraganya, Jose Lopes.
Gabriel, si bocah tanpa telapak kaki itu pun kini bertekad untuk mengejar impiannya menjadi pemain bola profesional.
"Satu-satunya hal yang tidak bisa saya lakukan adalah terbang," ujar Gabriel.
(mer/)










































