Awal tahun ini dokter mendiagnosis remaja bernama Rachel Harley ini dengan 'abdominal adhesions' atau adhesi perut, yaitu munculnya sekumpulan jaringan ikat di dalam perutnya. Jadi setiap kali ia makan, perutnya akan membengkak atau menggelembung sehingga orang-orang kerap mengira ia tengah mengandung.
"Berat saya sempat naik setelah operasi, tapi turun lagi hingga tinggal 38 kg dalam waktu singkat karena saya tak bisa makan apa-apa. Ibu sampai tak sanggup melihat saya karena saya tinggal tulang-belulang," tutur remaja yang berasal dari Balmedie ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah yang dialami Rachel mulai terlihat ketika perutnya tiba-tiba membengkak dalam semalam dan ia langsung dilarikan ke rumah sakit pada tanggal 28 April 2013. Setelah menjalani berbagai tes dan scan, dokter tak dapat menentukan apa yang salah dengan gadis ini.
Rachel pun dipulangkan beberapa hari kemudian setelah kondisinya terlihat lebih baik dari sebelumnya. Tak berselang lama atau seminggu kemudian, nyeri hebat dan pembengkakan perut Rachel terjadi lagi, dan ia pun kembali masuk rumah sakit.
Karena berbagai tes gagal mengungkap apa yang terjadi pada Rachel, tim dokter akhirnya melakukan operasi investigasi di bulan Juli. Dan disitu barulah diketahui jika Rachel mengalami adhesi.
Ini terjadi jika jaringan tubuh mengalami cedera, maka sistem imun secara otomatis memicu respons berupa pembentukan sekumpulan jaringan ikat yang disebut dengan adhesi. Dalam kasus Rachel, adhesinya menempel pada usus dan apendiksnya. Ini pun langsung diangkat oleh tim dokter dan Rachel bisa kembali ke rumah.
Anehnya, gejala adhesi yang terjadi pada remaja yang bekerja sebagai supervisor di sebuah toko baju itu lagi-lagi muncul. Tim dokter makin kebingungan dan takut jika mereka mengoperasi Rachel lagi maka itu akan justru memperburuk keadaannya.
Rachel percaya jika adhesinya terbentuk dan menempel pada usus dan apendiksnya setelah ia mengalami radang usus buntu. Kondisi ini normalnya terjadi pada pasien setelah mereka menjalani operasi, tapi tim dokter mengatakan Rachel tampaknya sudah terlahir dengan adhesi tersebut.
Karena kondisinya yang serius itu, Rachel kini dirawat di Aberdeen Royal Infirmary sejak bulan Oktober. "Kami percaya adhesinya telah kembali dan dari waktu ke waktu akan merusak usus, perut, kantung empedu dan organ kesuburan saya. Saya tak bisa makan banyak tapi saya juga harus tetap bersemangat meski sulit," tuturnya seperti dilansir Daily Mail, Rabu (4/12/2013).
Remaja ini tengah berjuang menggalang dana untuk mendapatkan pengobatan dari seorang spesialis adhesi di London tahun depan. Tak disangka, dalam dua hari Rachel telah mengantongi hampir 2.000 poundsterling (sekitar Rp 39 juta) dari teman-teman dan sanak saudara yang dermawan.
Namun tampaknya ia harus berjuang lebih keras lagi karena total biaya tes dan operasi yang ingin didapatkan Rachel mencapai 4.000 poundsterling (sekitar Rp 78 juta).
Di London nanti, sebuah mekanisme khusus akan dipasangkan ke dalam perut Rachel untuk membantu mencegah adhesinya kembali dan diharapkan dapat membuat Rachel tak kesakitan lagi seumur hidupnya.
(/up)










































