Dilansir Daily Mail, Kamis (19/12/2013), gadis asal Hereford, Inggris, ini menghabiskan sampai 18 jam sehari untuk muntah. Setelah berbulan-bulan sakit, ibu Jayde, Leanne Rodrigues, diberitahu bahwa putrinya memiliki Cyclical Vomiting Syndrome (CVS). Penyakit sangat langka ini membuat Pitt terus-menerus sakit dan muntah.
Sibuk mengurus dua adik perempuan Pitt yang masih kecil, Rodrigues mengaku sering sulit untuk menjaga Pitt. Ia mengungkapkan sudah mencoba beberapa cara, bahkan mengunjungi 5 dokter yang berbeda, namun tetap sulit untuk membantu Pitt.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah terbukti negatif, barulah dokter kemudian melakukan tes lain dan menemukan adanya gejala-gejala CVS. Melakukan terapi khusus selama tiga bulan terus-menerus, Pitt kini hanya mengeluh ingin muntah ketika sangat gugup atau cemas. Kondisinya pun kini berangsur membaik.
"Saya sangat senang kami akhirnya menemukan diagnosis dan Pitt hampir bisa hidup normal lagi," tutur Rodrigues.
Dr Robin Dover, Ketua Cyclical Vomiting Syndrome Association di Inggris, mengatakan bahwa CVS bisa mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Meskipun dianggap sebagai penyakit pada anak, namun faktanya dapat juga berkembang hingga usia dewasa. Menurutnya gejala CVS yang mungkin sering muncul adalah lemah dan muntah-muntah selama satu hari sampai dua minggu lebih.
"Pada puncaknya muntah yang ada terjadi sampai enam kali dalam satu jam. Ini adalah kondisi muntah yang paling parah pada manusia. Relatif masih belum diketahui penyebabnya. Pengobatannya pun cukup sulit, bergantung pada kondisi masing-masing pasien," terang Dr Dover.
(/)










































