Berdasarkan keterangan asisten rumah tangga tersebut, Marianne, yang dilansir Asia One, Jumat (20/12/2013), Ryan sebelumnya ingin makan pizza. Ia kemudian meminta Marianne untuk menyiapkan pizza sebagai menu makan siangnya.
"Setelah itu ia mengatakan ingin 'mencoba sesuatu' di kamar ayahnya. Saya sendiri tak tahu apa. Kemudian saya katakan makanannya akan siap dalam setengah jam," ungkap Marianne.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah dan Ibu Ryan hingga saat ini masih menolak untuk diwawancarai. Salah seorang kerabat keluarga Ryan, yang ingin disebut sebagai Lin (63), mengungkapkan bahwa Ryan diyakini tak sengaja menggantung dirinya sendiri di jendela saat bermain. "Dia anak yang baik. Kakaknya sangat sedih dan tak bisa berhenti menangis," tutur Lin.
Polisi setempat menegaskan bahwa mereka memang menerima panggilan bantuan pada hari kejadian tersebut. Petugas yang datang saat itu kemudian membawa Ryan ke National University Hospital, di mana ia kemudian dinyatakan meninggal.
Informasi lain, tetangga apartemen tempat Ryan dan keluarganya tinggal, Jessie Chow (46) dan Ruhaina Ismail (38), mengatakan kepada The Straits Times bahwa mereka mendengar jeritan pada siang itu. Tapi mereka menganggapnya sebagai suara jeritan anak-anak yang sedang bermain di lantai bawah. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi hingga kini.
(ajg/up)











































