Raymond Martin, Wajahnya Tinggal Separuh karena Diserang Kanker Langka

Raymond Martin, Wajahnya Tinggal Separuh karena Diserang Kanker Langka

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jumat, 20 Des 2013 13:35 WIB
Raymond Martin, Wajahnya Tinggal Separuh karena Diserang Kanker Langka
Raymond Martin (Foto: newcastle chronicle)
Jakarta - Raymond Martin harus berjuang melawan kanker langka yang menyerang lapisan dalam pembuluh darahnya. Untuk menyelamatkan hidupnya, dokter pun terpaksa membuang separuh wajahnya.

Raymond Martin (63) didiagnosis dengan facial angiosarcoma, kanker langka yang bisa menyerang bagian kepala, leher dan kulit kepala. Awalnya tumor ganas tersebut muncul di bagian pipi. Tapi pria yang sudah menjadi buyut ini tak pernah menyangka bahwa wajahnya akan diserang kanker serius, yang mengubah penampilannya secara dramatis.

"Semuanya berawal dari titik dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi titik itu mulai menyebar hingga saya berkonsultasi ke dokter umum. Awalnya hanya dikira ruam atau infeksi, dan saya diberi antibiotik," tutur Raymond Martin, seperti dilansir Daily Mail, Jumat (20/12/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun antibiotik sama sekali tidak bekerja dan kondisi wajahnya semakin memburuk. Martin pun dikirim ke rumah sakit untuk menjalani biopsi. Menurut dokter, ia mengalami kanker langka yang mempengaruhi sebagian besar wajahnya.

Tak ada pilihan lain selain melakukan operasi untuk menghilangkan tumor ganas dari wajahnya dan menyelamatkan jiwanya. Martin menjalani operasi selama 12 jam, dengan kulit diambil dari paha dan dicangkokkan ke wajahnya. Operasinya berjalan sukses, tapi butuh beberapa minggu sebelum Martin memiliki keberanian melihat dirinya sendiri di depan cermin.

"Saya tahu bahwa operasi harus dilakukan, jadi saya harus melakukannya. Saya berada di rumah sakit selama beberapa minggu dan merasa agak ragu bagaimana bentuk wajah saya setelah operasi. Ketika pulang dari rumah sakit, saya tidak ingin melihat cermin," kisahnya.

Setelah operasi, dokter optimis bahwa mereka telah menghapus seluruh tumor dan Martin menjalani kemoterapi intensif dengan harapan membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Tapi, hanya enam bulan kemudian, facial angiosarcoma kembali muncul dan sekali lagi ia memerlukan perawatan lebih lanjut di Northern Centre for Cancer Care.

Total Martin telah menjadi enam operasi, termasuk satu operasi untuk merekonstruksi hidungnya. Para ahli mengatakan bahwa Martin beruntung karena kanker tumbuh di luar tubuh dan terdeteksi segera. Sebab, tumor angiosarcoma sering kali tumbuh secara internal dan terlambat dideteksi.

Martin pun tak pernah keluar rumah setelah operasi, karena khawatir dengan respons orang-orang yang melihatnya. Ia menghabiskan waktu dengan menonton TV di kamar tidurnya.



(mer/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads