Scarlett terlahir sebagai bayi yang sehat dengan berat 3,8 kg pada bulan Desember 2010. Tapi di usia enam bulan, ia terus-menerus mengalami bauk yang kemudian didiagnosis dokter karena infeksi pada dadanya. Demikian dikutip dari Daily Mail, Rabu (25/12/2013).
Ketika kondisi sistem pernapasannya memburuk, dokter mengubah diagnosisnya dari infeksi dada menjadi asma. Namun saat di-scan dengan sinar X oleh seorang dokter co-ass barulah diketahui bahwa jantung Scarlett mengalami pembesaran yang serius dan kondisi ini masih terbilang langka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, tiba-tiba saja Scarlett terkena infeksi dada dan terpaksa harus bergantung pada jantung buatan lagi.
Scarlett juga harus menunggu donor jantung selama empat bulan dan menjalani operasi hampir setiap hari sembari menunggu karena pendarahan internal yang dialaminya. Kondisi ini memaksa tim dokter mewanti-wanti kedua orang tuanya, Ashleigh (28) dan Darren (34) agar bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk, bahkan peringatan ini diberikan sampai tiga kali.
Bahkan karena itu Darren dan Ashleigh sempat merencanakan proses pemakaman untuk putri kesayangan mereka.
Beruntung setelah itu bocah yang kini berusia tiga tahun itu berhasil menjalani transplantasi jantung dan dinyatakan pulih sepenuhnya. Keluarga yang tinggal di Newcastle Upon Tyne UK ini sudah tak sabaran menghabiskan hari libur Natal bersama putri kecil mereka, meski setahun sebelumnya Scarlett harus diisolasi di rumah sakit karena kontak dengan manusia bisa saja membunuhnya.
"Scarlett telah melewati banyak hal, ia telah menjalani sekitar 20 operasi dan separuh di antaranya adalah operasi yang cukup besar. Tapi kami begitu lega ketika mengetahui putri kami akhirnya bisa pulang," kata Ashleigh.
(vit/vit)











































