Awalnya, Jesscia merasakan sakit luar biasa di punggungnya. Ia pun berendam selama beberapa jam untuk meredakan rasa sakitnya yang justru tak kunjung reda. Menyadari ia sudah kontraksi, Jessica langsung berbicara dengan orang tuanya.
Saat itu, usia kandungan Jessica menginjak 39 minggu. Ia pun segera diantar ke King's College Hospital oleh orang tuanya. Sebelum berangkat, Jessica berganti pakaian dengan menggunakan jumpsuit motif polkadot berwarna hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tahu ada sesuatu yang keluar. Rasanya saat itu seperti karung air dan ada bebek karet besar yang menyentuh kakiku. Tapi setelah aku membuka retsleting jumpsuit, aku melihat bayi meringkuk di kaki kanan dengan nyaman," kisah Jessica.
Bayi perempuan itu kemudian diberi nama Kye. Ia lahir dengan bobot 2,8 kg. Petugas RS segera mengevakuasi Kye untuk memeriksa kondisinya. Suhu tubuhnya memang rendah karena ia lahir di luar ruangan. Jessica pun turut dievakuasi dan dipindahkan ke bangsal perawatan.
Namun karena keadaan Jessica maupun Kye berangsur membaik, ibu dan anak itupun diperbolehkan pulang hari itu juga. Dikutip dari Daily Mail, Rabu (8/1/2014), mahasiswi jurusan desain di Coventry University ini mengaku ingin menyimpan jumpsuit hadiah natal dari neneknya itu di dalam kotak khusus.
"Aku sangat bersyukur mempunyai jumpsuit itu dan tidak menyangka pakaian itulah yang menyelamatkan bayiku. Aku yakin ibu-ibu muda saat ini ingin memiliki pakaian itu," papar Jessica.
(/)











































