Ternyata wanita bernama Hana al-Za'anin ini bisa hamil karena sperma suaminya diselundupkan ke Gaza dan diinseminasi ke dalam tubuhnya. Ini pertama kalinya prosedur inseminasi berhasil dilakukan di Gaza, setelah sebelumnya sukses di West Bank dengan 'menghasilkan' enam kehamilan.
"Saya kelelahan sekaligus sangat, sangat bahagia," kata sang ibu baru, Hana setelah melahirkan seperti dilansir Daily Mail, Senin (13/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara dari atas tempat tidurnya di sebuah rumah sakit di Kota Gaza, Hana mengatakan bahwa ia dilarang bertemu atau mengunjungi suaminya, Tamer sejak ia ditangkap tentara Israel di utara Kota Gaza, yaitu di Beit Hanoun pada tahun 2006. Mereka beralasan Tamer dituding terlibat dalam kelompok militan Jihad Islam sehingga harus dipenjara selama 12 tahun lamanya.
Saat persalinan Hana hanya 'ditemani' dua foto suaminya, yang satu dibawanya dalam pelukan dan satunya lagi yang berukuran lebih besar disandarkan di dekat tempat tidur wanita ini.
Namun Hana menolak memaparkan bagaimana caranya sperma sang suami bisa 'keluar' dari penjara. Yang jelas menurut Hana, sperma itu langsung dikirim ke sebuah lab medis di Gaza di mana dua orang dokter spesialis siap melakukan inseminasi selama enam jam.
Klinik yang melakukan prosedur inseminasi pada istri-istri tahanan Israel di West Bank pada tahun 2013 itu pun makin berkembang karena kesadaran masyarakat akan adanya prosedur semacam ini juga meningkat. Apalagi agama tidak mengharamkan praktik ini mengingat keadaannya bersifat darurat, yaitu karena sang suami tengah dipenjara dan mereka tidak diperkenankan untuk bertemu.
"750.000 orang Palestina ditangkap oleh Israel sejak 1967, banyak di antaranya yang mendapat hukuman penjara selama bertahun-tahun. Ini membuat banyak keluarga menderita dan kami memberikan jalan keluarnya," ungkap Dr Salem Abu Khaizaran dari Razan Medical Center, Nablus, klinik yang membantu kehamilan Hana dan enam wanita lainnya di West Bank.
Tahun lalu, klinik ini juga berhasil membantu kehamilan Dalal al-Ziben (34) dari suaminya yang ditahan selama 27 tahun di Israel. 16 Tahun setelah suaminya dipenjara, bayi mereka pun lahir.
(/)










































