Dokter di First Affiliated Hospital of Henan University of Science and Technology in Luoyang, Henan, China, telah mengeluarkan gumpalan rambut sebesar 0,5 kg dari perut seorang gadis pada 11 Januari lalu. Hasil CT scan menunjukkan massa berukuran 30 cm tersebut telah menduduki 70 persen perut Qian Qian (nama samaran).
"Massa rambut berbentuk seperti perutnya dan solid," jelas Chen Ye, wakil direktur departemen bedah tumor gastrointestinal di rumah sakit, seperti dilansir Global Times, Senin (20/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah melihatnya meletakkan rambut di mulutnya, tapi saya pikir dia hanya bermain dan tidak berpikir banyak tentang hal itu," kata ibu Qian Qian, yang mencari pengobatan ketika ia menemukan benjolan di perut putrinya dua minggu lalu.
Pica adalah pola makan bahan non-makanan (seperti kotoran atau kertas). Pica lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Antara 10-32% anak usia 1-6 tahun memiliki perilaku ini.
Dalam beberapa kasus, kekurangan nutrisi tertentu, seperti anemia zat besi dan kekurangan zat seng dapat memicu hasrat yang tidak biasa ini. Pica mungkin juga terjadi pada orang dewasa yang mendambakan tekstur tertentu di dalam mulut mereka.
Penyakit Pica tidak ada tanda maupun gejalanya. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes darah guna mengetahui kandungan besi dan seng. Meskipun anak-anak memang sering memasukkan semua benda ke dalam mulutnya, tapi orang tua harus waspada dan curiga jika hal itu menjadi kebiasaan.
Untuk menyembuhkan penderita Pica, dibutuhkan penanganan secara keseluruhan, meliputi pendidikan perilaku yang benar, lingkungan yang mendukung dan pendekatan keluarga. Pemberian hukuman juga cukup efektif untuk mengatasi penderita Pica. Penderita Pica butuh sosok terapis, psikolog atau psikiater yang bisa mengatasi masalah psikologisnya.
(mer/)











































