Leher Terjerat Tali, Bocah 3 Tahun Meninggal di Taman Bermain

Leher Terjerat Tali, Bocah 3 Tahun Meninggal di Taman Bermain

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 14:33 WIB
Leher Terjerat Tali, Bocah 3 Tahun Meninggal di Taman Bermain
Lydia Bishop (Foto: Daily Mail)
York, Inggris - 'Aku cinta padamu, Ibu. Sampai jumpa nanti,'. Itulah kalimat yang diucapkan Lydia Bishop (3) sebelum bermain di taman penitipan anak kepada ibunya, Rebecca. Siapa sangka kalimat tersebut menjadi kalimat terakhirnya untuk sang ibu.

Bishop ditemukan tak sadarkan diri dan tubuhnya kebiruan di arena seluncur tempat penitipan anak York College. Menurut persidangan yang dilakukan oleh Leeds Crown Court, tempat penitipan tersebut memiliki kelemahan mendasar dalam prosedur kesehatan dan keselamatan anak. Akibat kejadian ini, salah seorang pekerja yang tengah bertugas hari itu, Sophee Redhead (25), diadili karena dianggap lalai hingga menyebabkan kematian orang lain.

Jaksa Robert Smith QC mengklaim Redhead melihat Bishop berjalan menuju arena seluncur, tetapi membiarkan bocah periang tersebut bermain sendirian tanpa pengawasan hingga 20 menit lamanya. Juri juga telah membaca pernyataan dari Rebecca, yang saat kejadian langsung dibawa dengan mobil polisi ke York Hospital's A&E, saat staf medis tengah berusaha untuk menyelamatkan nyawa putrinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bishop meminta saya untuk membelikannya permen dan berkata 'Aku cinta padamu, Ibu. Sampai jumpa nanti'. Enam jam kemudian, saya dipanggil dan dibawa oleh polisi ke rumah sakit. Di sana dokter menyatakan bahwa ia telah meninggal," ungkap Rebecca dalam sidang, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (22/1/2014).

Informasi lain dalam persidangan menyebutkan salah seorang pengunjung taman tersebut, Saffron Stockwell, melihat seorang anak berbaring tak bergerak pada arena seluncur, tapi tak ada satu orang petugas pun di arena tersebut.

Tak terima, Redhead yang berasal dari York, menyangkal dirinya diberi tuduhan pembunuhan akibat kelalaian. Ia juga membantah dianggap gagal mengambil langkah yang sewajarnya untuk menjaga keselamatan orang-orang di tempat kerjanya. Senada dengan Redhead, pihak York College juga membantah tuduhan bahwa pihaknya telah gagal memastikan keamanan kesehatan dan keselamatan orang-orang di area tersebut.

Dr Anthony Powell, salah satu orang tua yang kedua anaknya juga dititipkan di tempat penitipan tersebut mengatakan pada juri bahwa tempat tersebut merupakan penitipan 'berkelas' dan ia sangat terkejut dengan kabar kecelakaan ini.

Sampai saat ini kasus ini masih dalam tahap persidangan dan tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads