Untuk bisa membuatnya tinggal di asrama dengan sang ayah, sebelumnya Shijun harus berupaya membujuk pejabat universitas tempat ia kuliah. Ia meyakinkan para pejabat tersebut untuk mengizinkan ayahnya menetap di lingkungan kampusnya, agar ia bisa tetap menjaganya secara total. Tak sia-sia, Shijun berhasil diberi izin.
Shijun yang berasal dari keluarga miskin ini bisa dibilang memiliki masa kecil yang cukup sulit. Ibunya tak lagi bisa mengurusnya karena mengalami masalah mental akibat meningitis. Meskipun harus mengurus sang ibu, nilai-nilainya di sekolah selalu menjadi yang terbaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, kakek Shijun mengambil alih tugas merawat ibunya dan Shijun pun memutuskan merawat sang ayah sembari kuliah. Ia menyewa sebuah ruangan kecil di dekat asrama universitas untuk ayahnya tinggal, agar ia tidak harus terburu-buru untuk sekadar memeriksa kondisi ayahnya atau saat akan menyuapi makan siang.
Guna menyelesaikan kuliahnya, Shijun meminjam sejumlah uang untuk melunasi biaya kuliah dari teman dan kerabatnya. Jumlah uang yang ia pinjam hanya untuk membayar kuliah dan tidak termasuk untuk biaya makanan, tagihan dan biaya perawatan orang tuanya. Hebatnya, meskipun penuh hambatan Shijun berhasil mendapatkan beasiswa, yang dimanfaatkannya untuk biaya hidup.
"Saya tidak bisa mengatakan hidup itu mudah, tapi satu-satunya jalan keluar dari masalah adalah dengan bekerja keras dan tidak mengeluh. Saya pikir setelah saya lulus nanti akan ada hal-hal yang jauh lebih baik," ujar Shijun, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (22/1/2014).
(/)










































