Mengharukan, Pria Ini Kuliah Sambil Urus Ayah yang Lumpuh di Asramanya

Mengharukan, Pria Ini Kuliah Sambil Urus Ayah yang Lumpuh di Asramanya

- detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 16:45 WIB
Mengharukan, Pria Ini Kuliah Sambil Urus Ayah yang Lumpuh di Asramanya
Guo Shijun (Foto: Daily Mail)
Anhui, China - Sebagian orang tentu akan maklum jika Guo Shijun memilih tak meneruskan kuliahnya demi fokus mengurus ayahnya yang lumpuh. Namun pria yang masih berusia 20 tahun ini memilih untuk tetap kuliah, tanpa mengabaikan ayahnya.

Untuk bisa membuatnya tinggal di asrama dengan sang ayah, sebelumnya Shijun harus berupaya membujuk pejabat universitas tempat ia kuliah. Ia meyakinkan para pejabat tersebut untuk mengizinkan ayahnya menetap di lingkungan kampusnya, agar ia bisa tetap menjaganya secara total. Tak sia-sia, Shijun berhasil diberi izin.

Shijun yang berasal dari keluarga miskin ini bisa dibilang memiliki masa kecil yang cukup sulit. Ibunya tak lagi bisa mengurusnya karena mengalami masalah mental akibat meningitis. Meskipun harus mengurus sang ibu, nilai-nilainya di sekolah selalu menjadi yang terbaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehidupan Shijun berikutnya menjadi lebih sulit saat ayahnya terjatuh dari jembatan dengan ketinggian 15 meter di tempat ia bekerja, Anhui, China. Akibat peristiwa tersebut, ayah Shijun mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah dan memerlukan perawatan dari orang lain.

Sejak saat itu, kakek Shijun mengambil alih tugas merawat ibunya dan Shijun pun memutuskan merawat sang ayah sembari kuliah. Ia menyewa sebuah ruangan kecil di dekat asrama universitas untuk ayahnya tinggal, agar ia tidak harus terburu-buru untuk sekadar memeriksa kondisi ayahnya atau saat akan menyuapi makan siang.

Guna menyelesaikan kuliahnya, Shijun meminjam sejumlah uang untuk melunasi biaya kuliah dari teman dan kerabatnya. Jumlah uang yang ia pinjam hanya untuk membayar kuliah dan tidak termasuk untuk biaya makanan, tagihan dan biaya perawatan orang tuanya. Hebatnya, meskipun penuh hambatan Shijun berhasil mendapatkan beasiswa, yang dimanfaatkannya untuk biaya hidup.

"Saya tidak bisa mengatakan hidup itu mudah, tapi satu-satunya jalan keluar dari masalah adalah dengan bekerja keras dan tidak mengeluh. Saya pikir setelah saya lulus nanti akan ada hal-hal yang jauh lebih baik," ujar Shijun, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (22/1/2014).

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads