Ajifa Khatun, Umurnya 19 Tahun Tapi 'Terjebak' di Tubuh Balita 2 Tahun

Ajifa Khatun, Umurnya 19 Tahun Tapi 'Terjebak' di Tubuh Balita 2 Tahun

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 29 Jan 2014 13:48 WIB
Ajifa Khatun, Umurnya 19 Tahun Tapi Terjebak di Tubuh Balita 2 Tahun
(Foto: Cover Asia Press)
Jakarta - Sepintas Ajifa Khatun tampak seperti balita biasa, bermain dengan saudara dan teman-temannya, dan mendapatkan pelukan dari ibu yang menyayanginya. Tapi siapa sangka jika Ajifa sebenarnya telah berumur 19 tahun.

Jika tak mengenalnya, orang pasti akan mengira bahwa Ajifa seorang balita berumur 2 tahun. Betapa tidak, beratnya hanya 7,7 kg dan tinggi badan sepantaran balita. Ia pun masih perlu disuapi dan dibawa ke mana-mana oleh sang ibu, Apila (42). Tapi kenyataannya, Ajifa telah berumur 19 tahun, namun tubuhnya berhenti tumbuh dan 'terjebak' di tubuh anak usia 2 tahun.

Ajifa adalah bayi yang sehat ketika lahir pada tahun 1994 dan tak lama sebelum ia mulai berjalan dan berbicara. Namun, perkembangannya kemudian terhenti. Dokter memberitahu bahwa si kecil Ajifa akan mulai tumbuh lagi. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Ajifa masih 'terjebak' di tubuh balita meski usianya sudah menginjak dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya dokter menduga ada kanker di tubuh Ajifa. Tapi para ilmuwan percaya bahwa Ajifa mengalami Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia, dengan sepertiganya tinggal di desa-desa terpencil di Loja, Ekuador.

Orang-orang yang hidup dengan Laron Syndrome kekurangan hormon yang disebut Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1), yang merangsang sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru.

Kebanyakan hormon ini dapat menyebabkan seseorang mengembangkan kanker payudara, kanker prostat atau kanker usus pada usia dini. Artinya, orang dengan Laron Syndrome justru aman dari ancaman kanker atau diabetes.

"Ajifa kemungkinan akan bertahan dalam tubuh anak-anak untuk sebagian besar hidupnya," jelas Tam Fry dari Child Growth Foundation kepada The Sun, seperti dilansir Dailymail, Rabu (29/1/2014).

Adik-adik Ajifa, Rini (17), Rabiya (14) dan Danish (8), tumbuh normal seperti anak seusianya. Bila mereka berdiri berjajar, Ajifa malah tampak seperti anak bungsu yang sedang diasuh oleh kakak-kakaknya. Tak hanya mempengaruhi fisik, kondisinya juga mempengaruhi tingkat kognitif. Ajifa diketahui hanya memiliki IQ kurang dari 20.



(mer/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads