Kena Sakit Langka, Bocah Ini Bisa Meninggal Cuma Gara-gara Memar

Kena Sakit Langka, Bocah Ini Bisa Meninggal Cuma Gara-gara Memar

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 31 Jan 2014 10:02 WIB
Kena Sakit Langka, Bocah Ini Bisa Meninggal Cuma Gara-gara Memar
Hannah Hutchinson (Foto: Daily Mail)
Liverpool, Inggris - Hannah Hutchinson baru berusia empat minggu ketika didiagnosis dokter mengidap sebuah penyakit yang hanya menyerang satu dari 100.000 anak. Tapi yang tak pernah diduga, ia bisa sembuh!

Penyakit ini merupakan kombinasi dari dua gangguan bernama Kaposiform hemangioendothelioma dan sindrom Kasabach-Merritt. Keduanya membuat Hannah menderita tumor yang ternyata mampu menurunkan jumlah trombosit darahnya hingga darah Hannah tak bisa membeku. Ini artinya bila memar sedikit Hannah bisa-bisa meninggal karenanya.

"Hannah lahir dalam keadaan sehat dan persalinannya normal, tapi ketika usianya empat minggu kami menemukan ada memar besar di perut ketika saya sedang mengganti popoknya," kisah sang ibu, Vicki Hutchinson seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (31/1/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vicki mengakui ketika melihat hal seperti itu ia langsung berpikir mungkin bayinya baru saja disakiti seseorang atau terkena meningitis. Untuk itulah ia langsung membawa Hannah ke rumah sakit.

Dan benar saja, sesampainya di rumah sakit dokter langsung mengira kami sempat menyakitinya tapi mereka juga tak tahu apa yang terjadi dengannya. Kemudian dokter melakukan tes darah dan menemukan bahwa trombosit Hannah drop hingga jumlah yang membahayakan.

"Bila saya tak buru-buru ke rumah sakit, atau mengabaikan memar itu, mungkin ia bisa meninggal hari itu juga," tandasnya.

Dokter pun berhasil mengangkat tumor besar di bagian perut bocah itu saat usianya empat bulan. Namun tak berapa lama bocah ini harus dibawa lagi ke rumah sakit karena bekas lukanya justru mengalami pendarahan yang tak terkontrol.

"Mereka pun memberinya transfusi darah dan memompa trombosit ke dalam tubuhnya sebelum ia dimasukkan ke ruang operasi. Kami sempat berpikir akan kehilangan dia, tapi ternyata ia berjuang untuk hidup," kata Vicki (35).

Penyakit yang diderita anak keempat pasangan Vicki dan James ini memang hanya menyerang anak-anak. Penderitanya mengalami penurunan jumlah trombosit yang normalnya 150-400 menjadi hanya 12 sel saja. Bocah yang kini berusia 19 bulan itu sendiri sudah menjalani banyak sekali operasi dan hampir setiap hari menghabiskan waktu di rumah sakit, termasuk mengonsumsi 10 jenis obat berbeda untuk mengontrol sakitnya.

Namun salah seorang dokter spesialis dari Alder Hey Hospital, Liverpool percaya mereka bisa mengobati kondisi Hannah, bahkan hingga sembuh total.

"Kami belum tahu apa penyebab pendarahan itu tapi ini bisa saja fatal. Tapi kami telah mencoba sejumlah pengobatan dengan Hannah dan kami yakin pengobatan terakhirnya, yaitu sebuah terapi saraf bernama sirolimus telah berhasil karena trombosit Hannah mulai kembali ke jumlah normal untuk anak seusianya," jelas konsultan onkologi anak dari Alder Hey Hospital, Profesor Barry Pizer.

Kini Vicki dan James aktif dalam upaya penggalangan dana untuk yayasan kanker CLIC Sargent serta meningkatkan kesadaran tentang adanya penyakit langka yang menimpa putri mereka, terutama membantu keluarga lain yang bernasib sama.

Kaposiform hemangioendothelioma merupakan sebuah tumor jinak langka yang berkembang di pembuluh darah. Sebenarnya ini tidak mengandung kanker dan menyebar ke penjuru tubuh. Hanya saja kondisi ini seringkali disertai dengan sindrom mematikan yang disebut sindrom Kasabach-Merritt.

Sindrom Kasabach-Merritt terjadi ketika tumornya terjebak dan menghancurkan trombosit yang ada di tubuh penderita. Akibatnya kadar trombosit penderita akan menurun sehingga darah mereka tak bisa menggumpal dan berisiko mengalami pendarahan yang berbahaya.

(lll/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads