Dengan buntut yang tumbuh di punggung bawahnya, masyarakat lokal di wilayah Alipurduar mempercayai bahwa Chandre Oraon adalah bentuk reinkarnasi dari kera istimewa yang dikenal masyarakat Hindu dengan nama Hanuman.
Selain itu, masyarakat juga percaya bahwa kemampuan memanjat pohon yang dimiliki Chandre adalah bukti yang semakin menunjukkan bahwa ia memang istimewa. Banyak masyarakat yang mengunjungi rumah Chandre di wilayah Alipurduar, Bengal Barat, untuk mencari keberkahan dengan menyentuh buntut yang dimiliki Chandre.
"Saya adalah Hanoman. Orang-orang begitu menghormati saya karena buntut yang saya miliki ini. Saya sama sekali tidak keberatan karena memilikinya (buntut). Ini adalah hadiah dari Tuhan untuk saya," ucap Chandre, seperti dikutip dari Mirror, Senin (10/2/2014).
Monika Lakda adalah salah satu orang yang rela berpergian semalaman hanya untuk melihat Chandre dan buntutnya. Monika menemui Chandre dikarenakan ingin mencari keberkahan dari Chandre untuk kesembuhan keponakannya yang sedang sakit.
"Kami percaya, Chandre adalah jelmaan dari Hanoman. Maka, kami pun mempercayai dia (untuk memberikan kesembuhan kepada keponakannya)," ucapnya.
Seorang dokter mengatakan bahwa buntut yang tumbuh di punggung Chandre disebabkan oleh kelainan yang dibawa saat lahir yang bersifat jarang adanya. Chandre mengakui bahwa dokter pernah menawarkan untuk menghilangkan buntutnya, namun Chandre menolaknya.
"Ibu saya pernah sekali mencoba untuk mencabut buntut ini ketika saya masih kecil. Namun setelah itu, saya demam sangat tinggi. Ibu saya berkata bahwa saya hampir meninggal saat itu," seru Chandre.
Setelah kejadian itu, Chandre dan orang-orang disekitarnya pun mempertahankan buntut yang tumbuh di punggungnya. Paman Chandre mengatakan, bahwa semakin bertambah umur Chandre, maka semakin bertambah panjang pula buntut yang dimilikinya. Mereka pun semakin yakin bahwa buntut tersebut memang keberkahan dari Tuhan.
Walaupun disebut sebagai Dewa, Chandre mengaku bahwa hal yang dimilikinya ini tidak selalu membuatnya nyaman. "Ketika saya muda, anak-anak kecil di desa selalu menertawakan saya dan buntut ini. Mereka menarik-narik buntut saya seakan ini adalah mainan," tuturnya.
Chandre juga berkata bahwa buntut ini pun menyebabkan ia harus berganti-ganti pasangan sebanyak 20 kali sebelum akhirnya ia menikah dengan Maino (38 tahun). Chandre menikahi Maino pada tahun 2007, sebelum akhirnya mereka memiliki seorang anak perempuan yang kini telah berusia 5 tahun.
Namun, dengan status Chandre yang dipuja sebagai Dewa dan hidupnya yang berpenampilan layaknya seekor monyet, membuat pasangan tersebut harus berpisah. Meski begitu, Chandre memiliki niat untuk membangun candi sehingga ia bisa menawarkan keberkahan bagi masyarakat lainnya. Namun karena uang yang diterimanya dari hasil bekerja tidak cukup banyak, maka Chandre pun membutuhkan bantuan untuk mewujudkan
impiannya.
"Saya ingin membangun candi, namun saya hanyalah orang miskin. Maka dari itu saya membutuhkan bantuan untuk mewujudkan mimpi saya," ujar Chandre.
(vit/vit)











































