Ella, seorang bocah perempuan cilik berusia sembilan tahun memiliki karakter yang ramah. Ia sangat ramah pada siapa saja, bahkan pada orang asing yang belum pernah ditemuinya sekalipun. Keramahan yang teramat itu bukan tanpa sebab, tapi dikarenakan sindrom William.
Sindrom William merupakan gangguan perkembangan bawaan yang salah satu gejalanya yakni berkepribadian terlalu terbuka. Sindrom langka yang hanya dialami satu di antara 10.000 orang itu baru terdeteksi saat Ella berusia dua tahun, melalui tes darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yeo yang memiliki dua anak lain menuturkan bahwa saat lahir, Ella hanya berbobot 1,88 kilogram. Bobot itu hanya separuh bobot bayi pada umumnya, padahal Ella tidak terlahir prematur. Ella juga terlahir dengan sebuah lubang pada jantungnya. Kini, lubang itu telah tertutup dengan sendirinya.
Meski demikian, sikap Ella yang terlalu bersahabat masih menjadi masalah. Untuk menanganinya, Yeo selalu menekankan agar Ella tidak berbicara dengan orang asing dan harus selalu mewaspadai mereka. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari sekolah Ella, Sekolah Chaoyang, sebuah sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
"Kini kondisinya lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. Saya juga tidak membiarkan ia keluar sendirian. harus ada orang dewasa yang menemaninya," ujar Yeo seperti dikutip dari Asiaone pada Jumat (14/3/2014).
Sindrom William biasanya ditandai dengan gangguan jantung, keterlambatan perkembangan, dan ketidakmampuan dalam mempelajari sesuatu. Beberapa penyandang sindrom William juga memiliki tubuh lebih kecil, IQ lebih rendah, dan berisiko tinggi mengalami gagal jantung.
Kendati demikian, penyandang sindrom tersebut memiliki kemampuan verbal yang menawan, sangat sosial, dan memiliki ketertarikan terhadap musik. Sampai saat ini, belum ditemukan penyembuh untuk sindrom William. Langkah terbaik bagi orangtua dengan buah hati penyandang sindrom William ialah ikut bergabung dalam kelompok sosial khusus.
(vit/vit)











































