Optimistis dan Rutin Berobat, Kunci Rubiyam Sembuh Sempurna dari Kusta

Optimistis dan Rutin Berobat, Kunci Rubiyam Sembuh Sempurna dari Kusta

- detikHealth
Minggu, 30 Mar 2014 11:30 WIB
Optimistis dan Rutin Berobat, Kunci Rubiyam Sembuh Sempurna dari Kusta
Rubiyam (Foto: Ajeng/detikHealth)
Jakarta - Rubiyam (40), didiagnosa dengan penyakit kusta di tahun 1982. Saat itu dirinya sempat bingung dan pesimistis bisa 'keluar' dari diagnosa tersebut. Beruntung, ia selalu mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan sekitar hingga akhirnya didiagnosa sembuh sempurna.

"Saya sakit dari tahun 1982, didiagnosa sembuh tahun 1988. Dalam jangka waktu tersebut saya rutin berobat ke puskesmas," tutur Rubiyam kepada detikHealth, saat ditemui dalam acara jalan santai menyambut perayaan Hari Kusta Sedunia yang diadakan Kemenkes RI di kawasan Tugu Monas, Jakarta, Minggu (30/3/2014).

Berkaus jingga berjilbab ungu, Rubiyam tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut. Tak nampak rasa minder pada dirinya meskipun beberapa bagian tubuh seperti jari tangan dan jari kakinya masih terlihat pernah terkena penyakit kusta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diungkapkan oleh ibu dua anak ini bahwa awalnya ia merasakan adanya gejala seperti bercak-bercak merah, mati rasa pada beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki, serta demam. Berkonsultasi dengan sang kakak, Rubiyam kemudian disuruh berobat ke RS Kusta Sitanala Tangerang, yang saat itu merupakan satu-satunya pusat rujukan kusta.

"Waktu itu saya tinggal di daerah Jatinegara. Jadi awalnya ke puskesmas di Jatinegara, terus ke RS Sitanala. Bayar karcis Rp 150 setiap kali berobat," tuturnya.

Menikah dengan suami yang juga pernah terkena kusta, Rubiyam mengungkapkan bahwa kedua anaknya kini dalam kondisi sehat dan tak terkena penyakit kusta. Ini bisa menjadi pesan tersendiri untuk masyarakat bahwa kusta bukanlah penyakit 'kutukan' yang pasti menular.

"Dulu saya memang suka minder, sekarang nggak. Yang penting harus semangat dan jangan putus berobat. Kusta itu bisa disembuhkan kalau rajin berobat," pesan Rubiyam.

Di Indonesia penemuan penderita baru kusta antara tahun 2007 hingga 2010 memang mengalami penurunan. Namun di tahun 2011 terjadi peningkatan penemuan penderita baru menjadi 20.023 kasus. Pada tahun 2011 ada beberapa provinsi di Indonesia yang termasuk daerah dengan kasus kusta yang tinggi.

(ajg/vta)

Berita Terkait