Awalnya Ibnu yang bersekolah di pondok pesantren merasa perutnya sakit seperti mag dan merasa sakit saat buang air kecil. Namun dia tidak terlalu mempedulikan sakitnya. Hingga akhirnya dia tidak tahan dan bersama orang tuanya berobat ke dokter. Ternyata ada semacam benjolan di perut yang kemudian dokter mendiagnosa Ibnu terkena kanker usus.
Ibnu tampak malu-malu ketika ditanya apa yang dirasakan saat ini, saat dirinya sudah beberapa kali menjalani kemoterapi. Wajahnya beberapa kali menunduk, seolah menyembunyikan wajah yang kini hanya dihiasi sedikit rambut di kepala. Ya, rambut Ibnu rontok akibat efek kemoterapi yang dijalaninya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat masih kelas 5 SD, Ibnu memiliki badan yang cukup berisi. Bobotnya kala itu mencapai 52 kg. Namun saat naik ke kelas 6, bobotnya sedikit menyusut. Mungkin karena saat itu dia disibukkan memikirkan ujian kelulusan. Sejak sakit hingga kini, berat badannya terus menyusut. Saat ini bocah pemilik tinggi badan 147 cm itu bobotnya hanya 26 kg.
Sedikit senyum tersungging di bibirnya kala ditanya tentang hobinya. Rupanya Ibnu suka sekali memperbaiki komputer. Keterampilan itu didapatnya dari saudaranya dan dari ekstra kurikuler yang diikutinya di sekolah. Rasa bangga sedikit menyeruak saat Ibnu menceritakan pengalamannya mengikuti beberapa lomba.
"Pernah ikut lomba pidato bahasa Inggris dan bahasa Arab," katanya saat ditemui detikHealth di RS Dharmais, Jl S Parman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (8/4/2014).
Karena sering keluar masuk RS sejak tahun 2013, Ibnu terpaksa tidak masuk sekolah berbulan-bulan. Hal itu menurut sang ibu terkadang membuat Ibnu kesal. Ibnu ingin kembali ke sekolah, bermain, belajar, dan berlari-lari bersama teman-temannya. Namun apa daya, dia harus rajin kontrol dan menjalani kemoterapi, sehingga keinginan itu hanya disimpannya di dalam hati.
Jika kemo sudah selesai dilakukan, Ibnu hanya bermain-main di rumah. Terkadang dia bermain layang-layang demi membunuh sepi. Terkadang dia juga ingin bermain sepakbola dengan bocah-bocah seusianya. Tapi apa daya, dirinya tidak bisa menendang bola lantaran perutnya akan merasa sakit jika kegiatan itu dilakukannya.
Cita-cita Ibnu apa kalau sudah besar nanti? "Jadi pemain bola," kata pendukung Real Madrid ini sambil menyunggingkan senyum.
Saat menceritakan tentang sepakbola, matanya sedikit berbinar. Dia menyebut menjadi penggemar pemain bola asal Real Madrid, Christiano Ronaldo. "Habis orangnya ganteng," cetusnya.
Kini, Ibnu mungkin hanya bisa memandang iri bocah seusianya yang punya kesempatan bersekolah karena memiliki kesehatan yang memadai. Dia juga hanya bisa memandang bocah seusianya bermain sepakbola. Tapi bukankah jalan yang Ibnu tempuh masih panjang? Dia masih memiliki peluang untuk sembuh, untuk beraktivitas kembali seperti sedia kala. Kelak, sakit ini akan menjadi pelajaran penting dalam hidupnya, bahwa kesehatan adalah anugerah tak ternilai harganya. Sebab saat sehat, seseorang bisa melakukan banyak hal yang disukainya. Tetap berjuang Ibnu!
Bantuan
Tidak semua biaya pengobatan bisa dipenuhi oleh JKN. Nah, jika Anda ingin membantu anak-anak dengan kanker yang dirawat di RS Dharmais, ada beberapa yayasan yang bisa membantu menyalurkan bantuan Anda. Tapi hati-hati, terkadang ada orang yang tidak bertanggung jawab mencatut nama-nama yayasan yang bergerak untuk kemanusiaan demi kepentingan pribadi. Perhatikan baik-baik saat Anda akan memberikan donasi.
Berikut ini beberapa yayasan bisa membantu menyalurkan bantuan Anda:
1. Yayasan Pita Kuning
Jika Anda ingin berdonasi, bisa mengirimkan uang bantuan ke Mandiri Cab. Rumah Sakit Kanker Dharmais a/n Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia No Rekening 117.000.160100.4
Atau bisa juga ke BCA Cab. Wisma Asia a/n Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia No Rekening 0844287778
Kalau Anda kebetulan tidak memiliki dana untuk disumbangkan tapi memiliki waktu. Maka bisa hadir untuk menghibur pasien kanker anak yang bertempat di Ruang Anak lt.4, Rumah Sakit Kanker 'Dharmais' dengan menghubungi Erwin Fauzi di nomor telepon 08161332946 atau email erwin_palu79@yahoo.co.id pada hari Senin-Jumat.
Jika Anda tidak memiliki waktu dan uang, maka Anda masih punya kesempatan untuk membantu dengan menjadi penghubung. Maksudnya adalah jika Anda tahu ada orang yang bisa membantu (dalam hal uang dan waktu), Anda bisa sampaikan mengenai kegiatan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia ke mereka.
2. Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI)
Yayasan lain yang bisa membantu penyaluran dana Anda adalah Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). Donasi Anda dapat dikirim melalui rekening:
Bank BCA Cabang Kemang
286 300 9090
Atas nama: Yayasan Onkologi Anak Indonesia
Bank Mandiri Cabang RS Kanker Dharmais
116-000108-7163
Atas nama: Yayasan Onkologi Anak Indonesia
Setelah mengirim donasi, Anda dapat mengirim tanda bukti melalui fax ke Yayasan Onkologi Anak Indonesia di 021-5681612 atau melalui email info@yoaifoundation.org, agar nama Anda tercantum dalam daftar nama donatur.
3. Yayasan Anyo Indonesia (YAI)
Yayasan ini juga bisa memfasilitasi bantuan Anda untuk anak-anak dengan kanker. YAI, sebagaimana YOAI, menyediakan rumah singgah sementara untuk pasien kanker anak dan keluarganya yang tengah menjalani pengobatan di RS di Jakarta. Biaya tinggal di sana pun sangat terjangkau, yakni Rp 5.000, di mana sudah termasuk biaya makan.
Donasi bisa dikirim ke nomor rekening Yayasan Anyo Indonesia di BCA dengan nomor 084-524-4010 dan di rekening Bank Mandiri dengan nomor 164-0000-582421
Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi YAI di nomor telepon 021-5346529
(vta/vit)











































