Selama 17 tahun, Chris Stoyanov harus keluar-masuk ruang operasi untuk menghilangkan kista lemak yang tumbuh di kepalanya. Namun hasilnya nihil. Bahkan tumornya tumbuh lagi, tanpa ia ketahui apa alasannya.
Hingga akhirnya kista yang pertama kali tumbuh di kepala Chris ketika usianya masih 13 tahun itu bisa diangkat dan sebagian kulit kepalanya pun hilang. Operasi terakhir itu berhasil dilakukan di Bulgaria, tempat tinggalnya dulu.
Namun Chris masih tak bisa hidup tenang karena sebagian besar kulit kepalanya hilang begitu saja saat tumornya diangkat. Dan Chris mengaku selama tujuh tahun, ia botak sebagian dan harus memakai topi kemanapun ia pergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang membuat Chris kaget, dokter sempat mengatakan bila saja tumor itu dibiarkan begitu saja, lama-lama ia bisa pecah dan mengancam nyawa Chris.
"Saya tak pernah menyangka ini begitu berbahaya dan saya cukup terkejut ketika diberitahu apa yang bisa terjadi bila saya biarkan saja tumor ini," tuturnya seperti dikutip dari BBC, Minggu (29/6/2014).
Setelah diperiksa, barulah ketahuan bila upaya-upaya operasi yang sebelumnya pernah dijalani Chris wajar jika tak membuahkan hasil. Karena tumor di kepala Chris tidak diangkat sepenuhnya, sehingga ada sebagian tumor yang tersisa dan tumbuh kembali.
Namun kali ini Chris akhirnya dirujuk ke seorang dokter bedah plastik yang bisa menumbuhkan rambutnya kembali. Hal pertama yang dilakukan si dokter bedah plastik yang bernama Niall Kirkpatrick ini adalah ia harus mengambil sebagian kulit yang ada di kepala Chris, tepatnya seluas 23 cm.
Ternyata di Bulgaria, kulit kepala Chris sempat diganti dengan cangkokan kulit dari pahanya, dan itulah yang menyebabkan rambut Chris tak tumbuh lagi.
Lalu dalam operasi yang berlangsung pada bulan Juni 2012 itu, Niall memasukkan sebuah balon ke dalam kulit kepala Chris. Setelahnya balon diisi cairan sebanyak 950 ml menggunakan selang yang dimasukkan lewat telinga kanan Chris, sehingga tampak ada benjolan besar di belakang kepalanya.
Pria yang kini tinggal di Worthing, West Sussex itu harus bertahan selama enam bulan dalam keadaan kepala benjol seperti itu. Bila ia tak hati-hati, benjolan itu pun bisa meledak. Menurut Niall, balon yang dimasukkan ke dalam kulit kepala Chris bertujuan untuk merenggangkan kulit kepalanya agar nantinya dapat dipakai menutup sebagian kulit kepala yang hilang tadi.
Tukang bangunan itu pun mengaku tantangan tersulit yang ia hadapi selama enam bulan itu adalah ketika tidur di malam hari. Namun ini sebanding dengan hasilnya. Kulit kepala Chris bisa 'melar' dan dapat menutup seluruh bagian dari kulit kepalanya yang hilang.
"Ini memang sangat tidak nyaman dan saya harus lebih berhati-hati agar ini tidak pecah. Tapi pelan-pelan saya bisa, dan hasilnya pun sukses besar!," katanya bangga.
Tak hanya itu, dalam kurun sebulan, rambut Chris bahkan bisa tumbuh kembali.
(lil/up)










































