Melalui akun Facebook-nya, Daisy mengungkapkan bagaimana ia berhasil melewati masa-masa kritis hidupnya. Sejak lahir di Alder Hey Hospital, Daisy dicurigai dokter sudah memiliki kondisi yang tak sehat sepenuhnya.
"Saya didiagnosis dengan kelainan jantung yang mengancam nyawa saya pada usia 20 bulan. Saya kemudian menjalani operasi pada tahun 2008. Sayangnya, setelah operasi saya justru didiagnosis stroke," ungkap Daisy pada akun Facebook-nya, seperti dikutip pada Kamis (17/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, kini Daisy sudah bisa melakukan berbagai aktivitas layaknya anak-anak lain yang seusia dengannya. Bocah yang tak pernah menyerah ini bahkan mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai aktivitas berenang. Sesuatu yang mungkin dulu tak pernah terbayangkan bagi Daisy, bahkan bagi ibunya, Eileen Pritchard (39).
"Kini saudara perempuan saya juga didiagnosis dengan cacat jantung Mei 2010, tepatnya saat ia berusia 20 tahun. Kondisi stroke ini memang sering terlewatkan di usia muda," lanjut Daisy.
Oleh sebab itu, melalui situs pribadinya, www.daisypritchard.co.uk, Daisy mengajak masyarakat untuk bisa lebih peduli terhadap risiko stroke pada anak-anak dan usia muda. Menurut Daisy, semakin cepat gejala ditemukan dan didiagnosis, semakin banyak juga survivor stroke yang bisa pulih seperti dirinya.
Gejala stroke pada anak tidak begitu berbeda dengan orang dewasa, antara lain mengalami lumpuh di bagian tubuh, mengalami gangguan penglihatan serta sulit berbicara. Semua ini bergantung pada lokasi di mana terjadinya, apakah di otak bagian tengah, depan, belakang atau samping. Untuk menghindarkan anak dari stroke, olahraga, pola makan dan waktu tidur yang baik harus terpenuhi. Sehingga anak tidak mudah stres dan terhindar dari stroke.
(ajg/rdn)











































