Salah satunya dilakukan oleh pria dari Sydney, Australia, Jason Hameister dan Bec Payne dari Adelaide, Australia. Setelah mengetahui bahwa anak-anak mereka mengidap autisme, mereka segera mencari informasi mengenai penyembuhan penyakit ini. Namun sayang mereka menemukan informasi yang salah.
"Pertama kami disuguhkan dengan terapi craniosacral. Ini merupakan cara di mana mereka menaruh jari-jari mereka pada sebuah tengkorak dan mereka percaya bahwa mereka dapat memanipulasi tulang-tulang pada tengkorak, percaya bahwa cara itu dapat menyembuhkan segala penyakit," jelas Hameister seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis (7/8/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin ia dapat berbicara kepada saya dan mengatakan apa yang ia inginkan," ungkap Payne yang melakukan terapi dengan hewan anjing untuk menyembuhkan anaknya. "Saya sangat mencintainya tetapi saya tidak mau ia merasakan apa yang sekarang ia rasakan. Saya tak dapat membayangkan itu."
Menurut spesialis autisme dari Australia Barat, Prof Andrew Whitehouse, terdapat ketidakpastian untuk sifat autisme. Sebab autisme tidak memiliki penyebab yang jelas dan belum ada obat untuk menyembuhkannya.
"Autisme dapat diurus dengan sangat baik dan orang-orang dengan autisme dapat hidup dengan baik. Tapi sekarang, belum ada bukti untuk penyembuhan ini," jelasnya.
Selain itu, ia juga menginginkan bahwa seluruh orang tua yang memiliki anak dengan autisme harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Banyaknya informasi yang simpang siur mengenai penyembuhan autisme membuat orang tua banyak berharap untuk kesembuhan anak mereka.
"Ini merupakan misteri bagi keluarga yang memiliki anak dengan autisme, mereka rentan terhadap penipu dan terapi yang tidak memiliki bukti," tambahnya lagi.
(ajg/ajg)











































