Pada bulan September 2010, ia sudah memiliki berat badan mencapai 171 kg. Karena memiliki berat badan yang dianggap tidak normal, ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk mengurangi porsi makannya.
"Saya akan berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan menikmati makanan saya di akhir pekan. Dan ketika hari Senin datang, saya akan mengubah gaya hidup saya. Saya harus membuat diri saya berjanji ratusan kali pada janji ini," jelasnya seperti dikutip CNN, Jumat (8/8/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana kamu bisa menjaga kepentingan warga jika kamu tidak bisa menjaga dirimu sendiri?" tanya kakaknya, Bryan.
Kalimat yang diungkapkan Bryan merupakan motivasi bagi Boukari untuk menurunkan bobotnya. Sejak saat itu ia mulai menjalani proses diet. Mengganti porsi besar menjadi porsi yang kecil, mengonsumsi 20 karbohidrat per hari, dan lebih banyak mengonsumsi sayur dan daging merupakan caranya untuk mengurangi berat badan.
Tiga bulan pertama merupakan masa-masa sulitnya. Meski begitu, ia berhasil merobohkan 'dinding' penghalang itu dan mulai terbiasa dengan dietnya. Setelah sembilan bulan bekerja keras dan disiplin terhadap dirinya sendiri, ia pun berhasil menurunkan 40 kg berat badannya. Boukari pun mulai percaya diri dengan bentuk tubuhnya sekarang.
Meski begitu, ia tetap harus mengurangi berat badannya. Ditemani oleh salah satu temannya, mereka berlari, jalan cepat, backpedal, dan lunge sejauh 45 km di sebuah lapangan olahraga. Tak hanya itu, Boukari juga melakukan push-up yang sangat berat baginya.
Berawal dengan ukuran baju 3 XL, sekarang Boukari dapat menggunakan baju dengan ukuran L. Ya, setelah bekerja keras, beratnya pun kini menjadi 113 kg. Meski begitu, ia tetap menjalani dietnya dan tetap berusaha untuk mengurangi berat badannya dan menjaganya agar tetap ideal.
(ajg/ajg)










































