Jumat, 08 Agu 2014 12:02 WIB

Sakit Kronis dan Tak Punya Uang Berobat, Headley Diselamatkan Pria Misterius

- detikHealth
Stephanie Headley (Foto: CNN)
Jakarta - Tak punya biaya, wanita ini hanya bisa pasrah menunggu malaikat maut menjemputnya. Bagaimana tidak, selama 12 tahun, seorang diri ia berjibaku menghadapi penyakit autoimun yang menggerogoti tubuhnya secara perlahan-lahan.

Penyakit yang menyerang wanita bernama Stephanie Headley itu dikenal dengan nama 'skleroderma sistemik'. Penyakit ini menyebabkan tubuh single mother tersebut memproduksi kolagen secara berlebihan sehingga kulit, organ-organ vital serta pembuluh darahnya mengeras. Biasanya diikuti juga dengan gagal jantung.

Di tengah kegalauannya itu, Headley menemukan seorang dokter yang dapat melakukan pengobatan dengan memanfaatkan sel puncanya. Bahkan prosedur tersebut diklaim memiliki tingkat keberhasilan hingga 80 persen. Sayangnya, biaya untuk mendapatkan prosedur tersebut sangatlah mahal.

Total dana yang dibutuhkan mencapai 125.000 dollar AS (sekitar Rp 1,4 milyar). Sebagai orang tua tunggal dari empat anak, Headley tentu tak sanggup membayarnya.

Lagi-lagi Headley hanya bisa pasrah. Namun dengan dibantu putra-putrinya, Headley mencoba peruntungan dengan memanfaatkan jasa internet. Di situ keluarganya membuat situs penggalangan dana agar orang-orang yang tersentuh pada kisah Headley mau menyumbangkan sebagian rezekinya untuk wanita malang itu.

Mulailah terkumpul sejumlah dana dari berbagai pihak yang membaca kisah Headley lewat internet. Hingga suatu ketika, pada tanggal 3 Juli atau beberapa hari lalu, seorang pria yang tak dikenal menelepon ke rumah Headley dan mengutarakan maksudnya untuk ikut memberikan sumbangan dana.

Namun Headley sempat menemukan kejanggalan. Pasalnya suara pria itu sangat monoton dan seperti sengaja disamarkan. Mungkin agar Headley tak mengenalinya. Tak berapa lama, ada suara ketukan di pintu rumahnya. Ketika dibuka, tampak seorang pria yang mengenakan kacamata hitam, topi dan jaket mantel panjang yang dikancingkan dari atas ke bawah.

"Mukanya benar-benar datar, tanpa ekspresi. Setelah ia menyerahkan sebuah amplop, saya memberinya kartu ucapan terima kasih. Ia langsung beranjak pergi, tapi saya sempat mengatakan Tuhan memberkatimu. Di situlah ia baru tersenyum lebar," tutur Headley seperti dikutip dari CNN, Jumat (8/8/2014).

Headley sama sekali tak menduga apa isi amplop yang diberikan pria yang baru saja berlalu pergi itu. Akan tetapi ketika dibuka, ia kaget bukan kepalang karena isinya berupa cek dengan nominal 128.000 dollar AS (sekitar Rp 1,5 milyar) atau lebih banyak dari yang Headley butuhkan.

Saking kagetnya, Headley hanya bisa menangis, lalu pingsan dan sempat mengalami sesak napas. Anehnya, saat Headley mencoba melihat keluar rumah, ia sudah tak menemukan jejak pria misterius yang memberinya cek tadi. Ia seperti hilang ditelan bumi.

"Saya langsung berteriak terima kasih Tuhan, akhirnya saya bisa sembuh," katanya. Sampai detik ini, Headley masih tak percaya pada keajaiban yang benar-benar terjadi padanya itu. Ia pun yakin pria misterius yang menolongnya adalah malaikat yang menyamar menjadi manusia.

(iva/ajg)