Kamis, 21 Agu 2014 14:20 WIB

Kirim Foto Bugil, Perawat Rumah Sakit Jiwa Mengaku Tertipu Pasien Paedofil

- detikHealth
Dawn Spatharakis (dok. Facebook) Dawn Spatharakis (dok. Facebook)
Swindon - Kisah asmara antara pasien dan perawat di rumah sakit seringkali ditampilkan dalam sinetron atau film. Bukan tidak mungkin pula kisah tersebut terjadi juga di dunia nyata. Seperti yang terjadi pada salah satu perawat di rumah sakit jiwa di Inggris.

Sudah menjadi protokol di Inggris bahwa sebelum bebas dan kembali ke masyarakat, narapidana yang memiliki gangguan kejiwaan wajib diterapi di salah satu klinik atau rumah sakit jiwa. Dokter dan perawat akan melakukan terapi agar para narapidana bisa kembali ke masyarakat sebagai orang yang sehat, baik fisik maupun mental.

Dawn Spatharakis adalah salah satu perawat di Avon and Wiltshire Mental Health Partnership, Swindon, Inggris. Ketika ditugaskan sebagai perawat bagi pasien terapi A, rasa tertarik muncul dan mereka saling bertukar nomor telepon.

"Pasien A mengaku bahwa ia yang pertama kali mendekati perawat Dawn. Mereka saling bertukar nomor telepon dan berlanjut hingga perawat Dawn dipindahtugaskan," tutur Chris Ellis, juru bicara Wiltshire Mental Health Partnership dikutip dari berbagai sumber Kamis (21/8/2014).

Setelah tak lagi ditugaskan untuk merawat pasien A, Dawn pun tetap melanjutkan hubungan mereka. Akan tetapi pasien A memutus hubungan secara tiba-tiba setelah ia dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Dawn yang merasa bingung dan kaget akhirnya memutuskan untuk mengirimi pasien A dengan berbagai foto selfie bugil dirinya, dengan harapan pasien A mau menghubunginya lagi dan melanjutkan hubungan mereka. Yang tak diketahui Dawn, ternyata pasien A adalah mantan narapidana yang terkena kasus pencabulan pada anak-anak dan mengidap paedofilia.

"Pasien A memiliki latar belakang masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan, termasuk pelecehan seksual, bullying dan emosi tak terkendali. Dia juga pernah terjerat kasus pencabulan pada anak-anak yang membuat masuk penjara," tutur Ellis lagi.

Merasa ditipu, Dawn pun meneror pasien A. Selain mengirim foto eksplisit, ia juga mengirim pesan elektronik dan mencoba mendatangi kediaman pasien A setelah membuka data pribadi pasien yang tersimpan di ruang arsip rumah sakit.

Tentu saja perbuatannya tersebut melanggar hukum. Ellis mengatakan bahwa perawat Dawn sedang menjalani persidangan terkait pelanggaran hak privasi pasien. Jika terbukti bersalah, ia bisa dipecat dan dihukum melakukan kerja sosial.

"Dawn sangat shock. Ia merasa tertipu. Ia tidak percaya bahwa teman kencannya ternyata memiliki gangguan seksual. Ia mengaku bersalah telah membuka data pribadi pasien dan kini sedang diperiksa kondisi kejiwaannya," tutup Ellis.

(up/up)