Tak Jadi Spiderman, Korban Gigitan Laba-laba Bisa Lumpuh, Koma dan Tewas

Tak Jadi Spiderman, Korban Gigitan Laba-laba Bisa Lumpuh, Koma dan Tewas

- detikHealth
Kamis, 21 Agu 2014 15:35 WIB
Tak Jadi Spiderman, Korban Gigitan Laba-laba Bisa Lumpuh, Koma dan Tewas
Jakarta - Gigitan laba-laba sering kali disepelekan oleh orang-orang dan dianggap tidak berbahaya. Bahkan tokoh superhero Spiderman memiliki kekuatan super setelah digigit laba-laba hasil percobaan genetik.

Padahal, gigitan laba-laba jenis tertentu mempunyai racun yang sangat kuat. Pria dewasa bahkan bisa lumpuh, koma hingga langsung tewas jika terkena gigitannya.

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2014) berikut beberapa kasus dimana gigitan laba-laba terbukti berakibat fatal hinga dapat membahayakan nyawa.

1. Pendarahan dan testis bengkak

John Francis Kennedy (48) digigit oleh laba-laba berwarna hitam dengan bercak merah di punggungnya sekitar setahun lalu. Tak sekadar meninggalkan bekas luka biasa, gigitan laba-laba yang diduga berjenis Redback of Australia ini membuat darah John terus mengucur.

Sejak gigitan tersebut, kondisi kesehatan John terus-menerus turun. Perutnya dan testinya mulai bengkak, yang diketahui karena hati dan pankreasnya mengalami pembengkakan. Sebelum akhirnya John meninggal dunia.

"Kami membutuhkan jawaban bagaimana John meninggal, meskipun saya yakin itu karena gigitan laba-laba itu. John sangat sehat sebelum peristiwa itu terjadi," tegas Jeane, sang istri.

2. Tubuh benjol dan seperti terbakar

Seorang pria asal Prancis selatan dilaporkan mengunjungi sebuah rumah sakit di kota Nice dua hari setelah digigit laba-laba. Dokter mendiagnosis pria berusia 66 tahun itu dengan kondisi yang disebut 'acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP)'.

Gejalanya adalah muncul benjolan-benjolan kecil di lengannya. Bahkan benjolan tersebut menyebar hampir menutupi sekujur tubuhnya, terutama di dada dan paha. Gejala lainnya adalah demam tinggi dan sensasi terbakar serta nyeri otot juga menambah kecurigaan dokter.

Dari hasil tes berikutnya juga terungkap pembuluh darahnya meradang. Itu artinya, di samping AGEP, pria ini juga diketahui mengalami 'periarteritis nodosa (PAN)', gangguan pembuluh darah serius di mana arteri kecil membengkak dan rusak karena serangan penyakit tertentu.

"Setahu kami, ini pertama kalinya ada kasus seorang pasien yang mengalami AGEP dan PAN sekaligus pasca mendapatkan gigitan laba-laba," tegas dokter yang tak disebutkan namanya dalam laporan mereka yang dipublikasikan jurnal La Presse Medicale.

3. Lumpuh dan tewas

Seorang kakek berusia 62 tahun meninggal setelah ia digigit laba-laba jenis pertapa berwarna cokelat. Awalnya, pria bernama Ron Reese ini sedang merenovasi rumah tua di Mulberry, Florida. Saat itulah, seekor laba-laba menggigitnya. Tetapi Reese tidak segera ke dokter karena berpikir luka gigitan itu akan sembuh dengan sendirinya.

"Laba-laba itu menggigitnya tepat di belakang leher dan bagian tersebut membusuk sampai ke tulang belakangnya. Meski mengaku tidak takut sekalipun, tapi nampak bahwa Reese sangat kesakitan," kata ayah Reese, Bill Reese.

dr Dona Seger, Direktur Eksekutif Tennessee Poison Center dan profesor di Vanderbilt University mengatakan ia telah menangani 50 sampai 100 kasus gigitan laba-laba pertapa cokelat tiap tahunnya. Meskipun ia mengaku kebanyakan laba-laba ini tinggal lumbung-lumbung di pemukiman di Tennessee.

"Ini adalah kasus pertama di mana orang yang digigit laba-laba sampai meninggal dunia karena tidak segera mendapat penanganan di rumah sakit," tegasnya.

4. Kaki diamputasi

Christine McCullins (54) digigit laba-laba saat ia sedang merayakan ulang tahun saudara iparnya di Basingstoke, Hamshire. Christine menceritakan saat itu ia sedang duduk bersandar di dinding belakang kebun rumah saudaranya, ia duduk dengan posisi menggantung.

Christine diketahui terpaksa harus terbaring lemah dan merasakan nyeri yang luar biasa di rumahnya, Basingstoke, Inggris, setelah tungkainya membengkak. Seekor laba-laba telah menggigit pergelangan kaki kirinya dan mengakibatkan kakinya menjadi terinfeksi, membengkak dan menghitam. Diduga jenis laba-laba yang menggigitnya adalah jenis black widow yang mematikan.

Antibiotik yang diresepkan oleh dokternya gagal mengatasi infeksi Christine. Kulitnya kakinya kini mengalami selulitis, yaitu sebuah kondisi di mana terjadi infeksi yang mempengaruhi lapisan dalam kulit.

"Pada saat itu, kaki saya sangat bengkak dan sakit. Antibiotik tidak membantu infeksi saya, saya justru diduga mengalami selulitis," ujar Christine.

5. Hati dan Ginjal Berhenti

Awalnya, Alan yang bekerja di bagian distributor barang-barang supermarket merasa nyeri di pangkal pahanya. Saat itu ia mengira terkena hernia mengingat pekerjaannya yang sering mengangkat barang-barang. Namun, beberapa saat timbul ruam di paha pria berusia 57 tahun itu.

Selama di rumah sakit, Alan menjalani berkali-kali cuci darah dan beberapa tes untuk mengidentifikasi penyebab kondisinya. Setelah sadar dari koma, Alan langsung menjalani trachetomy.

"Kami diminta untuk siap menerima kenyataan terburuk. tapi mengingat ia sudah mendonorkan sumsum tulangnya setelah aku menjalani kemoterapi sejak tahun 2003, aku harus melakukan yang terbaik untuknya," papar adik Alan, Lynda Conniff.

Setelah lebih dari tiga minggu penggunaan obat penenang dan menjalani dua minggu waktu pemulihan, Alan sudah bisa pulang ke rumah. Ia kehilangan bobot 12 kg tapi dokter memperkirakan berat badannya bisa normal kembali.

6. Bisul dan borok di kaki

Ketika digigit, Julie Roberts (41) sedang menonton TV di ruang tamu rumahnya di North Hull, Inggris. Seketika laba-laba berwarna pucat dan keputihan menggigit pergelangan kakinya. Luka gigitan yang awalnya berbentuk titik kecil tersebut lalu membengkak hingga sebesar bola golf.

Dia akhirnya harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Di sana, dokter berupaya melawan racun laba-laba yang membuat boroknya mendidih dan meletus hingga 2 kali. Menurut dokter, racun laba-laba tersebut bisa meracuni darah Julie.

"Saya berjuang untuk berjalan dan mulai panik. Gigitan telah menjadi benjolan besar dan mengeluarkan cairan kuning mengerikan. Saya tidak pernah takut laba-laba dan mengusirnya dengan kaki. Dia cukup beruntung saya tak membunuhnya," kata Julie.

Selama 3 minggu kemudian Julie masih mengalami rasa sakit dari pergelangan kaki yang tergigit. Proses penyembuhannya berjalan cukup baik, namun memakan waktu cukup lama dan lukanya sampai kini masih menyakitkan. Bekas luka tersebut juga nampaknya tak akan hilang.
Halaman 2 dari 7
John Francis Kennedy (48) digigit oleh laba-laba berwarna hitam dengan bercak merah di punggungnya sekitar setahun lalu. Tak sekadar meninggalkan bekas luka biasa, gigitan laba-laba yang diduga berjenis Redback of Australia ini membuat darah John terus mengucur.

Sejak gigitan tersebut, kondisi kesehatan John terus-menerus turun. Perutnya dan testinya mulai bengkak, yang diketahui karena hati dan pankreasnya mengalami pembengkakan. Sebelum akhirnya John meninggal dunia.

"Kami membutuhkan jawaban bagaimana John meninggal, meskipun saya yakin itu karena gigitan laba-laba itu. John sangat sehat sebelum peristiwa itu terjadi," tegas Jeane, sang istri.

Seorang pria asal Prancis selatan dilaporkan mengunjungi sebuah rumah sakit di kota Nice dua hari setelah digigit laba-laba. Dokter mendiagnosis pria berusia 66 tahun itu dengan kondisi yang disebut 'acute generalized exanthematous pustulosis (AGEP)'.

Gejalanya adalah muncul benjolan-benjolan kecil di lengannya. Bahkan benjolan tersebut menyebar hampir menutupi sekujur tubuhnya, terutama di dada dan paha. Gejala lainnya adalah demam tinggi dan sensasi terbakar serta nyeri otot juga menambah kecurigaan dokter.

Dari hasil tes berikutnya juga terungkap pembuluh darahnya meradang. Itu artinya, di samping AGEP, pria ini juga diketahui mengalami 'periarteritis nodosa (PAN)', gangguan pembuluh darah serius di mana arteri kecil membengkak dan rusak karena serangan penyakit tertentu.

"Setahu kami, ini pertama kalinya ada kasus seorang pasien yang mengalami AGEP dan PAN sekaligus pasca mendapatkan gigitan laba-laba," tegas dokter yang tak disebutkan namanya dalam laporan mereka yang dipublikasikan jurnal La Presse Medicale.

Seorang kakek berusia 62 tahun meninggal setelah ia digigit laba-laba jenis pertapa berwarna cokelat. Awalnya, pria bernama Ron Reese ini sedang merenovasi rumah tua di Mulberry, Florida. Saat itulah, seekor laba-laba menggigitnya. Tetapi Reese tidak segera ke dokter karena berpikir luka gigitan itu akan sembuh dengan sendirinya.

"Laba-laba itu menggigitnya tepat di belakang leher dan bagian tersebut membusuk sampai ke tulang belakangnya. Meski mengaku tidak takut sekalipun, tapi nampak bahwa Reese sangat kesakitan," kata ayah Reese, Bill Reese.

dr Dona Seger, Direktur Eksekutif Tennessee Poison Center dan profesor di Vanderbilt University mengatakan ia telah menangani 50 sampai 100 kasus gigitan laba-laba pertapa cokelat tiap tahunnya. Meskipun ia mengaku kebanyakan laba-laba ini tinggal lumbung-lumbung di pemukiman di Tennessee.

"Ini adalah kasus pertama di mana orang yang digigit laba-laba sampai meninggal dunia karena tidak segera mendapat penanganan di rumah sakit," tegasnya.

Christine McCullins (54) digigit laba-laba saat ia sedang merayakan ulang tahun saudara iparnya di Basingstoke, Hamshire. Christine menceritakan saat itu ia sedang duduk bersandar di dinding belakang kebun rumah saudaranya, ia duduk dengan posisi menggantung.

Christine diketahui terpaksa harus terbaring lemah dan merasakan nyeri yang luar biasa di rumahnya, Basingstoke, Inggris, setelah tungkainya membengkak. Seekor laba-laba telah menggigit pergelangan kaki kirinya dan mengakibatkan kakinya menjadi terinfeksi, membengkak dan menghitam. Diduga jenis laba-laba yang menggigitnya adalah jenis black widow yang mematikan.

Antibiotik yang diresepkan oleh dokternya gagal mengatasi infeksi Christine. Kulitnya kakinya kini mengalami selulitis, yaitu sebuah kondisi di mana terjadi infeksi yang mempengaruhi lapisan dalam kulit.

"Pada saat itu, kaki saya sangat bengkak dan sakit. Antibiotik tidak membantu infeksi saya, saya justru diduga mengalami selulitis," ujar Christine.

Awalnya, Alan yang bekerja di bagian distributor barang-barang supermarket merasa nyeri di pangkal pahanya. Saat itu ia mengira terkena hernia mengingat pekerjaannya yang sering mengangkat barang-barang. Namun, beberapa saat timbul ruam di paha pria berusia 57 tahun itu.

Selama di rumah sakit, Alan menjalani berkali-kali cuci darah dan beberapa tes untuk mengidentifikasi penyebab kondisinya. Setelah sadar dari koma, Alan langsung menjalani trachetomy.

"Kami diminta untuk siap menerima kenyataan terburuk. tapi mengingat ia sudah mendonorkan sumsum tulangnya setelah aku menjalani kemoterapi sejak tahun 2003, aku harus melakukan yang terbaik untuknya," papar adik Alan, Lynda Conniff.

Setelah lebih dari tiga minggu penggunaan obat penenang dan menjalani dua minggu waktu pemulihan, Alan sudah bisa pulang ke rumah. Ia kehilangan bobot 12 kg tapi dokter memperkirakan berat badannya bisa normal kembali.

Ketika digigit, Julie Roberts (41) sedang menonton TV di ruang tamu rumahnya di North Hull, Inggris. Seketika laba-laba berwarna pucat dan keputihan menggigit pergelangan kakinya. Luka gigitan yang awalnya berbentuk titik kecil tersebut lalu membengkak hingga sebesar bola golf.

Dia akhirnya harus dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Di sana, dokter berupaya melawan racun laba-laba yang membuat boroknya mendidih dan meletus hingga 2 kali. Menurut dokter, racun laba-laba tersebut bisa meracuni darah Julie.

"Saya berjuang untuk berjalan dan mulai panik. Gigitan telah menjadi benjolan besar dan mengeluarkan cairan kuning mengerikan. Saya tidak pernah takut laba-laba dan mengusirnya dengan kaki. Dia cukup beruntung saya tak membunuhnya," kata Julie.

Selama 3 minggu kemudian Julie masih mengalami rasa sakit dari pergelangan kaki yang tergigit. Proses penyembuhannya berjalan cukup baik, namun memakan waktu cukup lama dan lukanya sampai kini masih menyakitkan. Bekas luka tersebut juga nampaknya tak akan hilang.

(up/up)

Berita Terkait