4 Tahun Jalani Terapi, Begini Kondisi Sam 'Programmer Lumpuh' Sekarang

4 Tahun Jalani Terapi, Begini Kondisi Sam 'Programmer Lumpuh' Sekarang

- detikHealth
Selasa, 02 Sep 2014 09:35 WIB
4 Tahun Jalani Terapi, Begini Kondisi Sam Programmer Lumpuh Sekarang
(Foto: Firdaus/detikHealth)
Jakarta - Programmer senior Samuel Franklyn (45) mengalami kelumpuhan pada bagian dada ke bawah setelah dirinya mengalami patah tulang belakang akibat terjatuh. Sehari-hari Samuel bekerja dari rumah dan dibantu oleh seorang asisten rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, mandi, dan lain-lain.

Kejadian yang membuatnya lumpuh terjadi di tahun 2010. 4 Tahun berlalu namun belum ada tindakan medis yang diberikan kepada Samuel untuk menyembuhkan kelumpuhannya. Bukannya tidak pernah dicoba, tapi untuk menyembuhkan kelumpuhan Samuel atau biasa dipanggil Sam diperlukan operasi pada saraf yang terjepit akibat patahnya tulang belakang.

Dokter dari RS Royal Taruma, Jakarta, dan RS UKI, Jakarta, yang Sam kunjungi memerlukan diagnosis dari alat MRI (magnetic resonance imaging) sebelum bisa mulai mengoperasi. Namun, Sam yang memang memiliki obesitas dengan berat 140 kg saat itu tidak dapat melakukan pemeriksaan MRI karena tubuhnya tidak muat untuk alat. Akhirnya selama 4 tahun terakhir Sam hanya bisa mengandalkan pengobatan lewat terapi karena setelah dicek, alat MRI di Indonesia tidak ada yang sesuai untuk ukurannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah pernah difisioterapi, akupunktur, akupressur, refleksologi, infra merah, TENS (Transcutaneus Electrical Nerve stimulation), dan chiropractic," kata Sam saat ditemui di kediamannya di Jl. Asem 4 No. 37, Tanjung Duren, Jakarta, seperti ditulis Selasa (2/9/2014).

Dari semua terapi yang ia jalani, Sam mengaku manfaat yang paling besar ia rasakan datang dari terapi chiropractic.

"Semua terapi bisa saya rasakan manfaatnya, pelan-pelan kaki saya bisa merasa lagi. Kaya waktu direfleksologi itu bisa kerasa sakitnya. Sensasi mulai terasa lagi setelah diterapi chiropractic," tutur Sam.

Setelah merasakan ada perkembangan pada bagian tubuhnya yang lumpuh, Sam bahkan pernah mencoba melakukan terapi sendiri menggunakan alat listrik TENS. Terapi TENS pada dasarnya mengalirkan aliran listrik ke permukaan kulit dengan tujuan untuk merangsang saraf. Namun, niat tersebut akhirnya ia urungkan setelah dirinya malah merasa kesakitan panjang pasca terapi.

"Saya pernah coba sendiri pake alat, kesakitan akhirnya enggak berani lagi," tambah Sam.

Menjalani terapi selama 4 tahun bukan tidak ada hasil. Sam mengaku kini bisa merasakan sensasi lagi pada badan bagian bawahnya meski belum cukup untuk menggerakan kaki. Ke depannya Sam yang tinggal sendirian dan belum menikah tersebut berharap akan ada banyak terapi lain yang bisa ia coba untuk membantu menyembuhkan dirinya.



(up/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads