Lachlan didiagnosis mengidap kemampuan pendengaran yang lemah pada kedua telinganya sejak lahir. Sebagai orang tua, Michelle dan Toby mengaku merasa 'hancur' ketika mengetahui bayi laki-laki mereka memiliki masalah pendengaran.
"Ketika kami pertama kali mendengar diagnosis Lachlan, saya benar-benar hancur dan menangis selama 12 jam penuh," ucap Michelle.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya saat alat dipasang Lachlan menangis dan meronta, mungkin karena tidak nyaman dengan alat yang dikenakannya. Tapi saat dirinya mendengar suara orang tuanya, perlahan tangisan itu menghilang dari wajah dan Lachlan tersenyum untuk pertama kalinya.
"Kami benar-benar terharu dan emosional ketika alat bantu dengar dinyalakan, kami menangis bahagia. Bayi kami tidak hanya tersenyum untuk pertama kalinya, tapi yang lebih penting dia bisa mendengar dan seluruh dunianya terbuka," kata Michelle seperti dikutip dari BBC, Senin (8/9/2014).
Meski video tersebut baru diketahui oleh publik belakangan ini karena baru di unggah, rekaman tersebut sebenarnya diambil pada tahun 2012. Michelle dan Toby merasa bersyukur cacat fisik anak mereka dapat diketahui sejak dini sehingga dampak dari keterbatasan tidak terlalu mempengaruhi kemampuan Lachlan berkomunikasi.
Kini Lachlan yang telah berumur dua tahun tidak tampak jauh berbeda dari anak-anak lainnya. Tidak hanya belajar dengan baik, Lachlan juga sama dengan anak lainnya dalam semua aspek. Terapis bicara Lachlan, Tarayle, mengatakan bahwa kemampuan bicara dan bahasa Lachlan setara dengan anak pada kelompok umurnya.
(vit/vit)










































