Erin Hays mengaku pertama kali menemukan kejanggalan pada diri putrinya yang bernama Maddie itu saat usianya baru dua tahun. Gejalanya berupa ruam yang tiba-tiba muncul di kulit tubuh Maddie. Akan tetapi tak berselang lama, ruam tersebut hilang dengan sendirinya.
Anehnya beberapa bulan lalu, ruam yang sama muncul kembali setelah lima tahun menghilang. Menurut keterangan Erin, ruamnya begitu besar hingga wajah Maddie yang kini berusia tujuh tahun itu membengkak. Tidak hanya bengkak, Maddie juga merasakan sakit yang luar biasa di wajahnya karena itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang membuatnya makin kebingungan adalah ketiga adik Maddie tidak memiliki gejala yang sama seperti sang kakak.
Namun Erin tak tinggal diam. Ia pun membawa Maddie menemui berbagai dokter spesialis di kota asal mereka, Alabama. Di antaranya ahli reumatologi, imunologi, dermatologi, hingga pakar penyakit menular.
"(Sayangnya) seluruh dokter dan spesialis yang kami temui mengatakan apa yang terjadi pada putri kami sangatlah langka sehingga tak ada satupun yang tahu apa yang terjadi padanya," ujar Erin.
Masalah lain muncul karena kondisi fisik Maddie membuatnya tak lagi mau keluar rumah dan enggan untuk berangkat sekolah. "Bukan apa, saya hanya ketakutan jika ia tak segera diobati maka kondisinya akan memburuk," timpal Erin.
Untuk itu Erin rajin mengantarkan putrinya ke dokter atau rumah sakit. Erin juga menerima sumbangan dana lewat situs GoFundMe untuk menutupi biaya pengobatan Maddie.
"Kami memang membutuhkan dana tapi lebih penting lagi, bantu kami menemukan dokter yang dapat mengobati Maddie," pinta Erin yang ia tulis dalam situs penggalangan dana tersebut.
(lil/vit)










































