Gadis berusia 23 tahun itu didiagnosis mengalami Laurence Moon Bardet Biedl Syndrome (LMBSS) nyang membuat ia tak bisa mengontrol nafsu makannya. Karena hal itu, tak jarang orang tua Aneeba pun mengunci kulkas dan lemari makan di rumahnya.
"Bagi saya semuanya terasa normal karena memang saya tidak pernah merasa kenyang. Sejak kecil saya berusaha membuka pintu kulkas dan lemari makan, apalagi jika bertemu mentega, saus tomat serta keripik dan makanan asin lainnya, saya akan makan lahap sekali," terang Aneeba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menjalani terapi dan melakukan pengobatan dengan rutin, kini Aneeba berhasil memiliki tubuh normal dengan ukuran 12. Meski begitu, ia tetap harus rutin melakukan check up untuk memonitor kondisinya. Ia juga rutin cek ke dokter penyakit dalam, mata, dan gizi.
Kelainan pada Aneeba sudah dirasakan orang tuanya ketika putrinya lahir. Kala itu, Aneeba memiliki jari ekstra dan ukurannya pun lebih besar. Selama 17 tahun Zahir dan Perawana tak pernah tenang melihat perkembangan putrinya.
"Kami takut terjadi komplikasi penyakit pada tubuh anak kami yang makin lama makin gemuk. Untungnya di usia 17 tahun dia mulai menyadari kondisinya dan berjuang keras melawan gangguan makan itu," kata ayah Aneeba, Zahir, dikutip dari Mirror, Senin (15/9/2014).
"LMBSS ini sangat langka dan hanya terjadi pada 1 dari 100.000 bayi. Oleh karena itu, kami mendirikan pusat penyakit langka agar petugas medis dan orang tua lebih peduli dan mudah mendeteksi serta menatalaksana pasien dengan gangguan makan ini, " tutur Sarah Borrows, perawat klinis spesialis kelainan ginjal di Queen Elizabeth Hospital.
(rdn/ajg)











































