Bukan Sehat, Anak Ini Hanya Bisa Makan Wortel dan Pisang karena Alergi Langka

Bukan Sehat, Anak Ini Hanya Bisa Makan Wortel dan Pisang karena Alergi Langka

- detikHealth
Selasa, 16 Sep 2014 09:33 WIB
Bukan Sehat, Anak Ini Hanya Bisa Makan Wortel dan Pisang karena Alergi Langka
Max Billingham
Gateshead, Inggris - Sebagian besar orang tua mengeluh kesulitan mengajari anak-anak mereka untuk makan buah dan sayur. Namun tidak begitu halnya dengan orang tua dari Max Billingham. Anak ini bahkan hanya bisa makan wortel, kentang dan pisang karena mengidap alergi langka.

Max terlahir prematur 8 pekan. Akan tetapi sejak lahir ia sudah bereaksi terhadap susu dan beberapa makanan lain yang biasa diberikan pada bayi. Melihat hal ini, tim dokter mencoba melakukan serangkaian tes khusus pada Max kecil.

Hasilnya, bocah yang kini beranjak dua tahun tersebut didiagnosis dengan alergi langka yang disebut dengan 'food protein induced enterocolitis (FPIES)' dan dismotilitas usus atau usus Max tak dapat melakukan gerakan peristaltik dengan baik sehingga makanan tak bisa dicerna dengan sempurna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sejak didiagnosis, daftar makanan yang harus dihindari Max juga terus bertambah dari waktu ke waktu. Bahan makanan yang 'diharamkan' untuk Max antara lain daging ayam, bluberi dan nasi. Selain wortel, pisang dan kentang tadi, Max juga hanya dapat mengonsumsi susu formula khusus.

"Kesulitan kami bukan di makanannya namun memberi pemahaman kepada Max karena ia tak tahu mengapa ia berbeda dari anak-anak lain. Mengapa ia tak boleh makan makanan yang ada di sekelilingnya," tutur sang ibu, Laura seperti dikutip dari situs penggalangan dana untuk Max, www.justgiving.com, Selasa (16/9/2014).

Bila Max makan seenaknya, bocah asal Felling, Gateshead ini akan mengalami shock dan warna kulitnya berubah menjadi biru. Bahkan jika tak segera dilarikan ke rumah sakit untuk meredakan gejala alerginya, bukan tak mungkin nyawa Max akan melayang begitu saja.

Masalah lain muncul karena Laura dan anggota keluarga lain tak tahu makanan apa yang bisa memicu reaksi alergi pada Max. "Ini seperti trial and error, Anda tak tahu apa yang bisa menyebabkan munculnya reaksi. Kadang reaksinya pun tak langsung keluar. Pernah suatu ketika kakak Max makan sepotong biskuit dan salah satu remahan biskuit itu dimakan Max, tak tahunya Max langsung bereaksi," kisah Laura.

Untuk memudahkan Max ketika makan, beberapa hari yang lalu Max telah menjalani operasi agar di tubuhnya bisa 'ditanam' semacam pompa. Pompa ini nantinya akan memudahkan keluarga untuk memasukkan makanan ke dalam tubuh bocah malang ini.

Dalam waktu dekat, Laura dan suaminya, Scott juga berencana membawa Max ke Great Ormond Street Children's Hospital agar kondisi Max dapat diketahui lebih mendetail. Sementara itu, pasangan ini juga berupaya meningkatkan kesadaran akan alergi langka yang diidap putra kedua mereka itu, salah satunya lewat situs www.justgiving.com.

Pekan depan, keluarga Max dan rekan-rekan mereka juga akan ambil bagian dalam ajang balap sepeda untuk menggalang dana bagi Max.

(lil/ajg)

Berita Terkait