Hu yang sehari-harinya bekerja sebagai petani di Shaanxi, Tiongkok, ini dilaporkan terjatuh pada sekitar bulan Oktober silam. Pasca peristiwa tersebut, nyawa Hu berhasil diselamatkan. Hanya saja, kepalanya menjadi tampak cekung. Mata kirinya juga menjadi sedikit bergeser dari posisi sebelumnya, mengakibatkan penglihatannya sedikit buram.
Akibat benturan pada otak kirinya, kemampuan bahasa dan sistem sarafnya juga sedikit mengalami gangguan. Selain masalah fisik, masalah lain yang tak kalah menyulitkan juga 'menghantui' Hu. Istrinya juga sempat khawatir dengan kondisi Hu yang menjadi lebih pendiam dan enggan bersosialisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Implan ini 'ditanam' di dalam kulit kepala Hu dan disambungkan ke tengkoraknya. Dengan begini diharapkan tak cuma bentuk kepala Hu saja yang pulih, tetapi juga memberikan kesempatan pada otak Hu agar bisa kembali berfungsi optimal.
"Saya dan dan tim harus ekstra berhati-hati agar tidak menyebabkan cedera lebih lanjut," ungkap Prof Guo, seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (16/9/2014).
Pasca operasi, kondisi Hu stabil dan tampak sangat percaya diri dengan bentuk kepalanya yang kini sudah tampak lebih 'normal'.
Bahan-bahan cetak yang dipakai untuk operasi Hu ini sendiri khusus dibuat di Belgia, tepatnya di salah satu dari beberapa spesialis fasilitas pencetakan 3D di dunia. Beruntung, Hu disponsori oleh Stryker, produsen perangkat medis Amerika.
Melihat kemajuan dalam diri Hu yang cukup baik pasca operasi, Ketua tim dokter yang menangani kasus Hu, Prof Shu Mao Guo, yang sekaligus merupakan Kepala Departemen Bedah Plastik di Xijing Hospital, telah menerbitkan beberapa makalah penelitian terkait pemulihan jaringan atau organ serupa kasus Hu.
(ajg/vta)











































