Menurut dokter, Dale mengalami Persistent Genital Arousal Syndrome (PGAS) yakni kondisi di mana pasien merasakan gairah seksualnya meningkat dalam waktu lama, meskipun saat itu ia tidak mendapatkan rangsangan seksual.
"Bayangkan ketika sedang di pemakaman tiba-tiba Anda orgasme sampai beberapa lama. Itu sangat memalukan. Mungkin secara fisik saya terlihat baik-baik saja tetapi saya amat tersiksa dengan keadaan ini," tutur Dale, dikutip dari Mirror, Selasa (23/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
April mengatakan ia sangat merindukan sosok Dale yang dulu. Sebab, dengan gangguan orgasme seperti itu, Dale tak lagi bisa bekerja, bergaul dengan temannya, bahkan menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya, Christian (12) dan Tayten (11).
Dale juga tidak bisa lagi bermain dengan anak-anaknya. Di malam hari, terkadang April tidur di ranjang terpisah karena ia tidak nyaman jika orgasme spontan yang dialami Dale terjadi di malam hari. Sesekali mencoba bercinta, Dale dan April merasa sangat tidak nyaman.
"Saya sudah berusaha mencari tahu tentang kondisi ini dan sudah pergi ke dokter tetapi saya tidak tahu apakah saya bisa diobati. Saya hanya ingin bisa kembali seperti dulu," harap Dale yang tinggsal di Two Rivers, Wisconsin, ini.
Menanggapi hal ini, ginekolog dr Dena Harris yang pernah menangani wanita dengan PGAS mengatakan keadaan Dale amatlah serius. Ia tak hanya tersiksa secara psikologis tetapi juga fisik. Meskipun gairah sangat penting, tetapi yang dirasakan Dale bukanlah gairah seks.
"Yang dialami Dale berupa kejang yang sangat luar biasa dan menyakitkan. Kondisi ini bisa diatasi dan sebaiknya Dale segera mencari pertolongan medis. Sebab, pasien PGAS rentan bunuh diri karena mereka sudah merasa frustasi dengan keadaannya dan tidak mempunyai jalan keluar," terang dr Harris.
(rdn/up)











































