Aksen atau logat bicara sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal. Jika Anda lahir dan besar di Jawa Barat, tentunya logat Anda akan seperti orang Sunda. Sama saja jika Anda tinggal di Sumatera Utara, logat Batak yang keras tentunya akan terbawa juga dalam keseharian Anda.
Akan tetapi pernahkah terbayangkan di benak Anda bahwa logat bicara Anda dapat berubah hanya dalam waktu satu malam? Kate Locket dari Staffordshire, Inggris mengalaminya. Lahir dan besar di Staffordshire, Locket kehilangan logat Inggrisnya dan berbicara dalam logat Polandia!
Fenomena yang dinamakan Foreign Accent Syndrome atau Sindrom logat asing ini adalah penyakit otak yang sangat langka. Tercatat, hanya 61 orang yang terserang penyakit ini dalam kurun waktu 1941 hingga 2012. Locket pun termasuk salah satunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter di rumah sakit mengatakan Locket terserang Cerebral Vasculitis, salah satu penyakit otak yang merupakan gejala stroke. Ia pun harus menghabiskan waktu berobat di rumah sakit selama 13 hari. Selama itu pula, Locket tak bisa bicara dan harus berkomunikasi menggunakan tulisan.
Setelah itu, ia dinyatakan sembuh dan boleh meninggalkan rumah sakit. Kemampuan bicara dan suaranya pun sudah kembali. Hanya saja, banyak kejadian aneh yang menyertainya ketika ia bepergian keluar rumah. Orang-orang menanyakan apakah ia warga Polandia, Rusia hingga Italia dan Bulgaria.
"Tak lama setelah keluar dari rumah sakit, aku pergi berjalan-jalan dengan anakku. Ketika kami sampai di salah satu galeri lukisan, seseorang bertanya apakah aku berasal dari Polandia. Anakku sangat kesal dan mengatakan bahwa kami orang Inggris asli," urai Locket.
Sering mendapat pertanyaan tersebut rupanya sempat membuat Locket depresi. Menurutnya, ia sangat sedih kehilangan identitasnya sebagai orang Inggris asli. Bahkan, Locket seringkali menangis jika mendengar suaranya ketika belum berubah bertahun-tahun lalu.
Profesor Rosemary Varley, pakar soal kemampuan bicara dari University College London mengatakan bahwa Foreign Accent Sydnrome tidak memiliki dampak serius terhadap kesehatan. Akan tetapi, penyakit ini memiliki dampak yang sangat besar pada sisi psikologis seseorang.
"Ketika Anda bicara, orang akan dengan tidak sadar menganalisis latar belakang pendidikan, lingkungan, pekerjaan hingga umur dan suasana hati. Namun jika penyakit ini menyerang, Anda akan kehilangan itu semua dan bisa menjadi depresi karena krisis indentitas," tutur Prof Varley.
Memang, Locket mengakui bahwa dirinya sempat stres dan depresi. Hanya saja setelah berulang kali melakukan konsultasi, ia akhirnya menerima keadaan dirinya. Bahkan kini, ia menjadi duta bagi penyakit yang penyebab dan gejalanya tidak diketahui sampai sekarang ini.
"Aku memang sedih kehilangan logat asli Inggrisku. Namun aku tahu bahwa aku harus bangkit dan menyuarakan pengidap penyakit ini yang mungkin saja mendapat perlakuan berbeda dan diskriminasi di daerahnya," tandasnya lagi.
(mrs/vit)











































