Nenek ini Jadi 'Manusia Gelembung' karena Tumor Langka

Nenek ini Jadi 'Manusia Gelembung' karena Tumor Langka

- detikHealth
Jumat, 03 Okt 2014 16:35 WIB
Nenek ini Jadi Manusia Gelembung karena Tumor Langka
Charlotte Hawkins (Foto: Barcroft Media)
Loganville, Georgia - Selama 64 tahun, Charlotte Hawkins, seorang nenek asal Georgia, Amerika Serikat, mengidap virus Neurofibmatosis tipe 1 atau yang dikenal sebagai neurofibromatosis Von Recklinghausen. Penyakit itu secara medis ditandai dengan terbentuknya neurofibroma (tumor jaringan saraf). Akibatnya tubuhnya dipenuhi benjolan tumor yang menggelembung seperti balon.

Sebelumnya Hawkins sangat terganggu dengan kondisi yang dialaminya, ia pun merasa terpenjara karena selalu berada di rumah. Namun nenek pemberani ini secara perlahan mulai membuka diri kepada orang-orang sekitar melalui perkumpulan gerejanya. Ia dengan senang hati menceritakan kisah hidupnya kepada anak-anak.

"Saya senang dengan anak-anak. Apalagi saat ini saya berada di sebuah komunitas besar. Saya senang bermain bersama anak-anak dan membacakan beberapa cerita. Karena mereka saya dapat merasa lebih muda," kata Hawkins, dikutip dari Daily Mail, Jumat (3/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anne Schuffer, teman Hawkins sekaligus relawan playgroup di gereja tersebut merasa kagum dengan sikap positif Hawkins.Menurutnya ada masa dimana semua orang membicarakan tubuh Hawkins dan mengolok-oloknya. Namun semua hal tersebut tak berpengaruh dan Hawkins tetap beraktivitas seperti biasa.

"Saya pernah ingat suatu waktu dia pernah soal orang-orang mengatakan hal buruk kepada dirinya, namun dengan santainya Charlotte tidak memperdulikan perkataan mereka," ujar Anne.

Hawkins mengetahui kondisi tubuhnya saat berumur 15 tahun. Dia mulai memperhatikan benjolan pertama dipunggungnya, mula-mula ia langsung melakukan operasi untuk menghilangkannya. Namun setelah kelahiran anak pertamanya Charles, benjolan kembali muncul di wajah dan punggungnya dan akhirnya benjolan tersebut menjalar ke seluruh tubuh.

Meski sudah menerima kenyataan soal tubuhnya yang harus dipenuhi gelembung, Hawkins tetap datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin. Sebab ada kemungkinan tumor akan berkembang lebih besar dan membuat kehilangan beberapa indra, termasuk mata serta telinga.

"Charlotte sering datang untuk melakukan pemeriksaan rutin. Kami melakukan pemeriksaan terhadap semua tumor untuk melihat apakah ada perubahan pada ukuran tumor di tubuhnya. Kami juga memeriksa matanya dan memastikan bahwa ia tidak kehilangan penglihatan, karena pada beberapa kasus, tumor bisa saja tumbuh di belakang matanya dan membuatnya buta," tutur ahli syaraf yang merawat Hawkin, Dr Coruna Shah.

Menurut the Genetics Home Reference, perkembangan Neurofibromatosis tipe 1 ini ditandai dengan pertumbuhan benjolan sepanjang saraf di kulit, otak, maupun bagian lain pada tubuh seseorang. Tumor ini bukan kanker, namun tumor ini dapat tumbuh pada saraf dekat sumsum tulang belakang, atau pun di sepanjang saraf di dalam tubuh seseorang. Dalam kasus Hawkins tumor seperti ini mungkin akan sangat berisiko terhadap kesehatannya seperti tekanan darah tinggi, tulang belakang yang semakin melengkung, kesulitan untuk belajar dan juga gerak motoriknya.

(mrs/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads